BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke -98, tanggal 28 Oktober 2026. Dibawah komando Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), ratusan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan – Jatim. Berunjuk rasa (demo) ke Pemkab. Bangkalan dan membentangkan spanduk bertuliskan kecaman “Keamanan di Bangkalan Semakin Parah, Keamanan Mahasiswa Tidak Dijamin dari Tindakan Begal”.
Ketua BEM UTM Bangkalan, Mahrus Ali usai
berorasi dan mewakili mahasiswa yang resah dan was – was terhadap tindakan begal sepeda motor yang akhir – akhir kembali berulah dan korbanya adalah mahasiswa UTM seperti yang terjadi kemarin. Mereka mempertanyakan sampai sejauh mana tanggung jawab pihak Polres Bangkalan menjaga keamanan masyarakat di Bangkalan.
“Keamanan masyarakat dan mahasiswa terhadap begal sepeda motor yang masih merajalela melakukan aksinya. Aparat keamanan seperti tutup mata dan seolah – olah terjadi pembiaran, ” teriak Mahrus.
Tak lama berselang, akhirnya aparat keamanan mengizinkan mahasiswa yang sempat berorasi didepan gerbang pintu masuk Pemkab. Bangkalan. Menemui Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wabup Bangkalan, Moh. Fauzan Jakfar didampingi beberapa Kepala Dinas. Disusul Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo juga nampak hadir. Bertempat di aula Diponegoro Pemkab. Bangkalan.
Diaula Diponegoro ini muncul fenomena baru, banyak mahasiswa mengeluh karena aulanya kurang besar, tidak mampu menampung ratusan mahasiswa yang berjubel dan berdesak-desakan. Apalagi AC- nya tidak mampu memberi kenyamanan, udara menjadi pengap dan mahasiswa nampak kegerahan. Tapi masih untung banyak mahasiswa bawa kertas yang berfungsi sebagai kipas.
Disisi lain, ditengah pengeras suara yang ngadat, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim secara gamblang menjelaskan dari a sampai z tentang perbaikan jalan di Kabupaten Bangkalan.
“Pemerintah daerah siapkan anggaran 11 milyar lebih untuk perbaikan jalan, ” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo dihadapan mahasiswa yang kepanasan menjelaskan tentang penanganan kasus begal yang terjadi di Kecamatan Socah – Bangkalan. Katanya, aparat datang langsung ke korban dan mengantongi petunjuk sebagai modal dalam menentukan langkah berikutnya Termasuk mengamankan salah satu tersangka yang diduga sebagai pelaku begal motor sesuai keterangan korban.
“Namun setelah dikonprontir, korban merasa kurang yakin dia pelakunya. Oleh karena itu perlu tambahan informasi,” ucap AKBP Wibowo.
Ketika salah satu mahasiswa berujar dan mengibaratkan begal itu sebagai tumbuhan dan hanya bunganya yang dipetik serta kapan akarnya dicabut. Apakah Polres Bangkalan punya nyali memberantas begal?Mendengar sentilan tersebut, Kapolres Bangkalan menjawab pihaknya telah bekerja keras untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. AKBP Wibowo berjanji akan memenuhi tuntutan mahasiswa terkait pengamanan di seputar kampus maupun di tempat lainya.
“Mulai malam ini tuntutan mahasiswa akan dipenuhi, pos di timur UTM akan diisi anak buahnya. Tolong mahasiswa ikut mengawasi dan kasi tahu saya kalau tidak ada petugas jaga, ” pintanya.
“Saya wakapkan nyawa saya untuk menjamin keamanan di seputar kampus dan tempat lainya, ” pungkasnya memberi jaminan. (sy).

