JAKARTA, KANALINDONESIA.COM.: Suasana salat Subuh berjemaah di sebuah masjid mendadak berubah mencekam setelah seorang pria yang diduga sebagai orang tidak dikenal (OTK) melakukan penyerangan terhadap sejumlah jemaah menggunakan senjata tajam.
Peristiwa penyerangan terhadap jemaah terjadi di Masjid Darul Ma’arif, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur minggu (8/11/2026) sekitar pukul 04.45 WIB, saat para jemaah tengah melaksanakan ibadah salat Subuh.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika para jemaah melihat kobaran api di sekitar pintu masuk masjid. Sejumlah jemaah kemudian berupaya melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin membesar.
Namun, di tengah situasi tersebut, seorang pria berinisial F tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap jemaah yang berada di dalam masjid menggunakan senjata tajam.
Aksi penyerangan tersebut sontak memicu kepanikan. Sejumlah jemaah berusaha menyelamatkan diri sekaligus mengamankan pelaku agar tidak kembali menyerang orang lain.
Akibat kejadian itu, tiga orang jemaah dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk luka pada bagian leher dan jari. Seluruh korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua korban menjalani perawatan di RS Islam Pondok Kopi, sementara satu korban lainnya dibawa ke RS Harum.
Pelaku Diamankan Warga
Terduga pelaku berinisial F berhasil diamankan oleh warga bersama para jemaah di lokasi kejadian. Setelah berhasil dikuasai, pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
pria OTK tersebut diduga membawa sejumlah barang di dalam kopernya, di antaranya kapak, belati, dua tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, serta bensin.
Temuan barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman aparat kepolisian untuk mengetahui tujuan dan kemungkinan kaitannya dengan aksi penyerangan.
Polisi Dalami Motif Penyerangan.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Timur. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal bersama jajaran penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
Polisi tengah menyelidiki motif di balik penyerangan, latar belakang terduga pelaku, serta kemungkinan adanya unsur perencanaan maupun keterkaitan dengan jaringan tertentu.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, mendalami barang bukti yang ditemukan, serta mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Peristiwa penyerangan di tengah pelaksanaan salat Subuh tersebut menjadi perhatian serius, mengingat aksi kekerasan terjadi di lingkungan tempat ibadah ketika para jemaah sedang menjalankan ibadah.
Kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap motif dan latar belakang pelaku guna memastikan penyebab sebenarnya dari insiden yang menyebabkan tiga jemaah mengalami luka-luka tersebut.

