SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Kapolresta Sidoarjo gelar Cangkrukan Kamtibmas di pendopo Balai Desa Kemuning Kecamatan Tarik, Sidoarjo, momentum tersebut sebagai upaya antisipasi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades serentak pada 19 Juni mendatang.
Pada saat acara berlangsung, ada masukan dari salah satu kandidat, yang menyampaikan bahwa ada salah satu calon Kades yang meminta Kartu Keluarga (KK) pada masyarakat.
“Pak Kapolres, bagaimana dengan adanya salah satu calon Kades yang meminta KK untuk dijadikan jaminan, bahwa warga mengirim identitas tersebut dianggap sebagai pendukungnya, setelah itu Ia di beri imbalan,”kata Salah satu calon.
Dengan santai Kapolres menjawab,”terimakasih informasinya, mengenai hal itu, kami perlu barang bukti yang valid, kami akan memerintahkan Kapolsek Tarik untuk melakukan lidik agar hal tersebut tidak terjadi dan pelaksanaan Pilkades benar-benar aman dan sukses,”tegasnya.
Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro juga menegaskan,”H – 2 personil akan kami geser ke TPS – TPS, sebanyak 1.154 personil yang tersebar di Sidoarjo, dari TNI – Polri,” kata dia.
Melalui kesempatan ini, ia juga menghimbau agar para peserta Pilkades, simpatisan hingga pihak penyelenggara turut mensukseskan setiap tahapan, termasuk pada pemungutan suara 19 Juni 2022 hingga pelantikan kades terpilih nanti.
“Mari laksanakan Pilkades di wilayah kita, dengan tertib, damai dan mematuhi semua peraturan. Sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan kondusif,” pesannya.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau selama masa Pilkades tidak berbuat curang, anarkis, saling hasut, menyebar berita bohong, menebar kebencian serta tidak menjadikan Pilkades sebagai ajang taruhan dan money politic.
“Bagi oknum yang coba melakukan pelanggaran hingga membuat Pilkades tidak aman dan mengganggu kondusifitas kamtibmas, bila terbukti akan dikenakan sanksi pidana,” imbuhnya.(Irwan)
