Oleh: SAMSUL HADI
Penulis adalah: Ketua Komunitas Partisipasi Publik NTB
NTB, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah membuka pendaftaran Partai Politik calon peserta PEMILU 2024 mendatang dan tercatat 40 Parpol Calon Peserta PEMILU 2024 mendaftarkan diri di KPU RI (ini termasuk Partai lama & Partai Baru).
Hal ini sesui jadwal dari tanggal 1-14 Agutus 2024 berasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraam Pemilihan Umum Tahun 2024.
Bagi Partai Politik baru maupun partai peserta PEMILU 2019 yang tak lolos Parliamantary threshold akan mengikuti tahapan lajutan mulai dari verifikasi administrasi hingga verfikasi faktual pada tanggal 29 Juli s/d 14 Desember 2022
Sedangkan Verifikasi faktual tidak berlaku bagi 9 Partai Politik Pemilik Kursi di Parlemen yakni PDIP, GERINDRA, GOLKAR, PKB, NASDEM, PKS, PAN, DEMOKRAT dan PPP. Hal ini mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55 Tahun 2022
Dengan 40 Parpol yang mendaftar hingga penutupan masa pendafatran ini menggambarkan bahwa betapa tingginya semangat Demokrasi di Indonesia terutama untuk PEMILU 2024 mendatang.
Seiring bertambahanya Partai Politik calon peserta pemilu 2024 maka diperlukan instrumen yang matang dalam pendidikan politik masyarakat mengingat tak mudahnya masyarakat dalam mengenal titik utama (nomor urut parpol, nomor urut caleg dllnya) ketika mencoblos/memberika tanda centang pada peserta pemilu yang dikenalnya.
Pemilih biasanya punya pilihan masing-masing dari awal (bisa faktor kedekatan keluarga, sahabat amupun kerabat dekat) namun karena banyaknya parpol peserta pemilu (bila lulus semua parpol yang mendaftar) bisa membuat pemilih salah pilih.
Hal ini perlu di pikirkan bersama langkah kongkrit dalam memberikan pendidikan pemilih baik oleh penyelenggara maupun peserta pemilu agar para pemilih menggunakan pilihannya sesui hati nuraninya.
Money Politik & Black Campaign Maupun Isu SARA bukan alternatif!
Setiap perhelatan Demokrasi, Money Politik & Black Campaign maupun isu SARA kerap kali muncul bahkan seolah menjadi bumbu sedap disetiap pesta demokrasi di indonesia.
Sesungguhnya itu bukan alternatif dalam meraih kememangan bagi peserta pemilu, melainkan memilik kepercayaan diri dengan kapasitas yang dimilik, kecapan dalam berkomunikasi dengan pemilih serta memiliki tim yang kuat dan rapi menjadi salah satu modal utama dalam meraih kemenangan.
Bila hal di atas semua peserta PEMILU melakukan hal yang sama maka potensi konflik horizontal antar masyarakat bahkan memungkinkan konflik vertikal antar elit peserta Pemilu.
Di sinilah peran pentingnya peserta PEMILU bahwa meraih kemenangan harus di persiapkan matang agar semua potensi kesalahan mapaun pelenggaran tidak terjadi sehingga penyelenggara pemilu juga bisa focus pada tahapan yang terjadwal tanpa banyaknya aduan ataupun laporan maupun temuan pelanggaran.
Mari kita sambut dan simak serta ikuti tahapan PEMILU 2024. semoga dapat melahirkan pemimpin yang ideal dengan segala tahapan dan proses yang baik. Amin YRB.
