Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Daerah

Ternyata ini yang Dilakukan BPKH untuk Kelola Keuangan Haji

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Untuk memberikan edukasi terkait pelaksanaan haji dan pengelolaan dana haji, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar silaturahmi dengan sejumlah media Jatim yang ada di Surabaya.

Acara yang digelar pada di hotel J.W. Marriott, Kamis (159/2022).BPKH menjelaskan seputar kinerja Badan yang menjadi mitra Kementrian Agama ini baik untuk pembiayaan haji, maupun pengelolaan dana jama’ah haji di Indonesia.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan, Rahmat Hidayat, BPKH menerangkan bahwa edukasi, sosialisasi dan diseminasi pengelolaan keuangan haji di Jawa Timur merupakan hal penting, karena Jatim merupakan provinsi dengan pendaftar haji terbesar di Indonesia. “Ini sangat penting karena media mampu menyampaikan langsung ke masyarakat tentang pengelolaan dana haji, dan Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki jumlah peserta haji yang cukup besar, ” Kata Rahmat.

Terkait pengelolaan dana haji, Sekretaris Badan BPKH, Emir Rio Krishna hadir sebagai pemateri menyampaikan informasi dasar terkait pengelolaan dana haji.
“Alhamdulillah, selama 5 tahun berdiri, BPKH telah menghasilkan sejumlah prestasi, salah satunya berhasil meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK. Dimana WTP ini merupakan prestasi tertinggi yang dapat diraih suatu lembaga dalam proses audit.” Ujar Emil.

Emil juga memaparkan selama ini dana haji diinvestasikan untuk sektor riil, keuntungannya dikembalikan untuk pembiayaan jamaah melaksanakan haji, “Selama ini dana setoran haji sebesar 35 juta rupiah itu dikelola terutama yang masuk daftar tunggu, hasil keuntungan kita kembalikan lagi untuk biaya mereka naik haji. Karena biaya yang diharus dibayar untuk berangkat haji termasuk makan , pesawat dan akomodasi lainnya itu diatas biaya yang disetorkan, ” ungkap Emil lagi.

Secara lengkap Deputi Investasi Surat Berharga dan Emas Indra Gunawan juga memaparkan Tata Kelola Investasi Surat Berharga, Pemantauan Nilai Manfaat, serta Kinerja Nilai Manfaat ISBE Terhadap Renstra.

“Portofolio ISBE ditempatkan hampir di sebagian besar aset berkualitas, baik dengan tingkat bebas risiko (risk-free) yaitu SBSN serta likuid, dimana aset ini dijamin oleh Negara. Sehingga investasi BPKH dipastikan aman.” Ujar Indra dalam pemaparannya. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita