JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Masyarakat kini lebih lebih peduli dengan upaya keberlanjutan dari berbagai brand, terutama dalam hal limbah kemasan.
Sebuah studi melansir bahwa 77% pelanggan khawatir tentang dampak lingkungan dari pembelian mereka dan 64% bersedia membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan. Konsumen juga bersedia membayar lebih untuk produk yang dikemas secara berkelanjutan. Oleh karena itu, ada peningkatan permintaan di antara pemilik brand untuk menetapkan target iklim dan sirkularitas yang ambisius dan mengembangkan solusi pengemasan yang lebih berkelanjutan.
Menyingkapi hal tersebut, UPM Raflatac sebagai pemimpin dalam pelabelan berkelanjutan melalui bahan dan layanan label berperekat yang inovatif menawarkan label stok berbahan kertas dan film berkualitas tinggi untuk branding dan promosi, label informasi, dan label dengan fungsionalitas.
Dicky Santosa, Country Manager, UPM Raflatac Indonesia saat ini dengan keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki, kita semua harus pintar dalam menggunakan material.
Menurutnya, UPM Raflatac berkomitmen untuk melabeli masa depan yang lebih cerdas dengan mengurangi material berbahan fosil. Dengan solusi pengemasan yang tahan lama, perusahaan membantu industri pengemasan dan pemilik brand untuk beralih ke alternatif yang lebih berkelanjutan sambil mempertahankan keunggulan kompetitif mereka.
“Salah satu penawaran yang mengurangi dampak lingkungan adalah solusi pelabelan dengan lapisan film yang tipis atau lite. Label semacam ini menawarkan cara yang mudah dan berdampak bagi brand untuk lebih dekat dengan tujuan keberlanjutan mereka dengan mengurangi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya,” ujar Dicky Santosa dalan pernyataan pers di Jakarta, Rabu (15/3/2023).
Ia menjelaskan, solusi film tipis memberikan beberapa manfaat keberlanjutan, produktivitas, dan efisiensi biaya tanpa memengaruhi kinerja. Label ini mengurangi jejak karbon dengan desain yang mengoptimalkan sumber daya yang ada dan memastikan kinerja dan manfaat lingkungan dibandingkan dengan versi standar yang lebih tebal, karena label ini membutuhkan lebih sedikit bahan baku berbasis fosil dan menggunakan energi yang lebih sedikit selama pembuatan.
Solusi film yang tipis juga meningkatkan produktivitas dengan menawarkan waktu tunggu yang lebih singkat dengan lebih sedikit perubahan gulungan dan lebih sedikit downtime agar tetap sesuai target; selain itu, mereka meningkatkan efisiensi biaya dengan memberikan banyak kapasitas penyimpanan untuk bahan baku lain dan stok jadi, serta menurunkan biaya pengemasan dan transportasi berkat gulungan label yang dikonversi lebih lama. Selain itu, solusi pelabelan makanan yang tipis dari UPM Raflatac juga memenuhi standar keamanan pangan.
Dicky mengklaim, Inovasi inovatif ini banyak diaplikasikan dalam berbagai produk. Salah satu contohnya adalah PE 65 — film paling tipis dan bisa diremas (squeezable) dari berbagai label film UPM Raflatac PE yang ada. Versi yang lebih tipis dari konstruksi film PE 85 standar ini menawarkan kemampuan mengikuti bentuk dan squeezability yang sangat baik, serta tahan air, minyak, dan bahan kimia, menjadikannya alternatif yang sempurna untuk wadah dan tabung yang dapat diremas (squeezable) di pelabelan segmen home and personal care.
Produk film tipis lainnya adalah Raflex Pro, yang menawarkan kinerja terbaik dari unsur-unsur yang ada di PE dan PP untuk fungsionalitas yang dapat diremas dan daya tarik yang maksimal saat berada di rak. Produk ini memiliki conformability yang sama dengan PE pada wadah berkontur dan dapat diremas, serta kejernihan yang tinggi sebagaimana pada produk PP.
