Home / Daerah / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Kamis, 22 September 2022 - 15:42 WIB

Pengacara Mas Bechi Protes Jaksa dan Hakim Tidak Hadirkan Saksi Kunci di Persidangan

Editor - ANOM

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Ketua tim kuasa hukum Moch Subechi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, I Gede Pasek Suardika kembali memprotes jaksa dan hakim yang tak mau menghadirkan satu saksi kunci dalam dakwaan kasus dugaan pencabulan yang menjerat kliennya. Saksi ini disebut-sebut sebagai saksi yang mengetahui secara pasti terkait dengan motif rekayasa kasus yang menjerat Mas Bechi itu.

Pasek atau akrab disapa GPS ini menyatakan, sejak awal pihaknya sudah meminta pada jaksa dan hakim agar menghadirkan satu saksi yang ada dalam dakwaan. Satu saksi ini, disebutnya mengetahui persis soal adanya dugaan rekayasa kasus yang menjerat kliennya itu.

“Kami kecewa sejak awal hadir, saksi yang dibalik semua kasus ini untuk mengungkap motif sudah dipanggil JPU, tapi tidak mau hadir dengan 3 alasan. Ada hubungan keluarga, sakit, dan karena dia juga membuat laporan polisi 2021 yang tidak ada kaitannya dengan kasus ini,” ujarnya, Kamis (22/9).

GPS menjelaskan, mengapa dirinya memprotes kebijakan jaksa yang tak mau menghadirkan saksi kunci itu, karena saksi tersebut dianggap bisa membuka motif kasus dugaan pencabulan MSAT yang disebut hanya rekayasa.

Baca Juga  Jelang Sail Tidore 2022, Direktur Bangda Kemendagri Gelar Pertemuan dengan Pemprov dan Pemkot

“Kita ingin buka motifnya, karena saksi ini ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hakim dan JPU sepakat tidak menghadirkan,” imbuhnya.

Keberatan tidak hadirnya satu saksi JPU itu, tambahnya, sudah diajukan secara lisan pada hari ini. Selanjutnya, GPS memastikan akan mengajukan keberatan secara tertulis.

“Bahwa persidangan ini tidak fokus mencari kebenaran materil tapi udah muncul upaya menutupi oknum tertentu agar tidak terungkap motifnya. Karena hakim dan JPU sama-sama tidak mau hadirkan saksi itu padahal ada dalam BAP,” tuturnya.

Selain masalah itu, pada kesaksian 4 orang saksi yang dihadirkannya pada sidang kali ini, terungkap bahwa ada tak beres dalam masalah saksi kali ini.

“Yang menarik adalah kesaksian itu ditambahkan. Sebelum bersaksi, dia (salah satu saksi) didekati saksi yang lain untuk memihak ke sana (korban) dan dijamin akan bisa dilindungi LPSK. Tidak hanya itu, dalam sidang juga dibuka percakapannya, yang bersangkutan (saksi) disebutkan dan cerita bisa mengatur dengan Kejari (Jombang) untuk tidak memanggil saksi walau ada dalam dakwaan. Faktanya memang saksi ini tidak mau dipanggil JPU walau ada dalam dakwaan,” kata GPS.

Baca Juga  Sukseskan Presidensi G-20 dan Pemilu 2024 Berkualitas, Polda Bali Jalin Sinergitas dengan Tokoh Agama Islam

GPS merasa, ada rekayasa struktural dalam hal tersebut. Meski begitu, Gede menyatakan pihaknya cukup diuntungkan lantaran ada saksi juga yang menyebut korban pernah berhubungan intim dengan orang lain.

“Saksi bilang (bersaksi), ada bukti autentiknya, dilihat oleh hakim, JPU, dan kami (penasihat hukum), ada juga pengakuan dari yang diajak berhubungan dan teman baik korban juga. Kami berpijak pada kesaksian, ke empat saksi itu tadi sudah meratakan semua dakwaan JPU,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Tengku Firdaus Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang, membenarkan terkait tidak hadirnya satu saksi dalam surat dakwaan. Ia menyebut, pihaknya sudah melakukan pemanggilan, tapi saksi menolak dan mengundurkan diri.

“Kita sudah panggil yang bersangkutan tapi yang bersangkutan menyampaikan tidak bersedia hadir karena yang pertama memang punya hubungan darah, yang kedua tidak bisa hadir karena alasan kesehatan. Dasarnya Pasal 168 KUHAP,” ungkapnya. Ady_kanalindonesia.com

Share :

Baca Juga

Jatim

Ditlantas Polda Jatim Terapkan Penindakan dengan ETLE Statis

Birokrasi

Pandemi, Target Investasi Tahun 2020 Sebesar Rp 817,2 Triliun Tercapai

Jatim

Saksi: Kata Orang Kampung, Lahan Tersebut Milik Tuan Sekar dan Pernah Berdiri Pabrik Yodium Miliknya

Jabar

Cegah Aksi Kriminalitas di Masa PPKM, Polsek Cantigi Tingkatkan Patroli Sambang

Birokrasi

Irwasum Polri Tinjau Vaksinasi Presisi, Kapolres Sampang: 2 hari ini masuk zona kuning

Jabar

Pelaksanaan PTMT di SDN 1 Lemah Abang Dipantau Langsung Oleh Personel Polsek Indramayu

Daerah

Ciptakan Imun Dalam Tubuh, Legislator Gerindra Jatim Ajak Masyarakat Hidupkan Sholawat

Jatim

Cegah Gelombang Ketiga, Mas Abu Iringi Pemulihan Ekonomi dengan Operasi Non Yustisi