Berkas Advokat Wanita Aniaya ART Sudah P21, Jaksa Tunggu Pelimpahan Tahap II

- Editor

Kamis, 17 Juni 2021 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Jaksa peneliti dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah menyatakan lengkap atau P21 pada berkas perkara penganiayaan asisten rumah tangga (ART). Artinya Firdaus Fairus (54) advokat wanita di Surabaya yang berstatus tersangka dalam waktu dekat akan disidangkan.

Menurut Kasi Pidum Kejari Surabaya, Farriman Isandi Siregar, setelah dinyatakan P21, pihaknya menunggu pelimpahan tahap II (barang bukti dan tersangka) dari penyidik Polrestabes Surabaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berkasnya sudah P21. Untuk tahap II-nya kita tinggal menunggu pelimpahan dari penyidik kepolisian,” kata Farriman saat dikonfirmasi Kanalindonesia.com, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga :  Sambut Kedatangan Menteri AHY Di Bandara Juanda, Dokter Agung Berikan Batik Tulis Motif Burung Hong

Seperti diketahui, kasus penganiyaan berawal dari Firdaus mengantarkan EAS ke lingkungan pondok sosial (Liponsos) Surabaya. Firdaus mengatakan jika asisten rumah tangganya tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Namun saat dirawat petugas menemukan kejanggalan pada tubuh EAS yang mengalami banyak luka lebam.

Dari situ korban mengaku dianiaya oleh majikannya bahkan dipaksa memakan kotoran kucing oleh sang majikan. Dihadapan penyidik kepolisian disebutkan bahwa motif tersangka melakukan penganiayaan tersebut lantaran merasa kesal atas pekerjaan rumah yang dilakukan oleh EAS.

Baca Juga :  DPRD Jatim Ingatkan Masyarakat Penggunaan Listrik yang Berlebih : Waktunya gunakan Smart House

EAS mulai bekerja di kediaman Firdaus sejak April 2020. Namun sejak memasuki Agustus EAS mengalami tindak kekerasan fisik yang berujung pada penahanan terhadap Firdaus.

Akibat perbuatannya, FF dijerat pasal berlapis yakni Pasal 44 Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Ady

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Padati Obyek Wisata Widuri pada Perayaan Festival Kupat
KAI Daop 7 Madiun Sukses Layani lebih dari 200 ribu Pelanggan Berangkat pada Masa Angkutan lebaran 2024
Khofifah Ajak Perempuan Pupuk Spirit Kejuangan Kartini, Wujudkan Indonesia Sejahtera Dengan Emansipasi Secara Kualitatif
Berikan Doorprize kepada Warga Rizal Bawazier Ajak Jauhkan Perbedaan
Gus Yani Hadir Dalam Pengajian Umum LDII, di Ponpes Baitul Makmur Laban Gresik
Korban Tabrakan Mobil vs Motor di Ponorogo Ternyata Wakil Rektor
Dampak Erupsi Gunungapi Ruang Meluas, Penanganan Darurat Dimaksimalkan
Hilang Kendali, Mahasiswi di Ponorogo Terperosok ke Sungai hingga Tak Sadarkan Diri

Berita Terkait

Minggu, 21 April 2024 - 16:04 WIB

Ribuan Pengunjung Padati Obyek Wisata Widuri pada Perayaan Festival Kupat

Minggu, 21 April 2024 - 15:55 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sukses Layani lebih dari 200 ribu Pelanggan Berangkat pada Masa Angkutan lebaran 2024

Minggu, 21 April 2024 - 14:39 WIB

Khofifah Ajak Perempuan Pupuk Spirit Kejuangan Kartini, Wujudkan Indonesia Sejahtera Dengan Emansipasi Secara Kualitatif

Minggu, 21 April 2024 - 13:32 WIB

Berikan Doorprize kepada Warga Rizal Bawazier Ajak Jauhkan Perbedaan

Minggu, 21 April 2024 - 13:27 WIB

Gus Yani Hadir Dalam Pengajian Umum LDII, di Ponpes Baitul Makmur Laban Gresik

Sabtu, 20 April 2024 - 21:23 WIB

Korban Tabrakan Mobil vs Motor di Ponorogo Ternyata Wakil Rektor

Sabtu, 20 April 2024 - 21:15 WIB

Dampak Erupsi Gunungapi Ruang Meluas, Penanganan Darurat Dimaksimalkan

Sabtu, 20 April 2024 - 20:20 WIB

Hilang Kendali, Mahasiswi di Ponorogo Terperosok ke Sungai hingga Tak Sadarkan Diri

KANAL TERKINI

KANAL PEMALANG

Berikan Doorprize kepada Warga Rizal Bawazier Ajak Jauhkan Perbedaan

Minggu, 21 Apr 2024 - 13:32 WIB