Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Hukrim

Korban Penipuan CPNS Yang Dilakukan Putri Nia Daniaty, Ini Penuturannya

“Setelah pengakuan ini tersebar Olivia menghilang, lost kontak karena semua udah ketahuan jadi nggak bisa alasan apapun. Dia tidak pernah muncul lagi, nggak bisa dichat ditelepon juga. Udah berupaya meminta baik-baik ke Oli sudah kita lalui semua tapi janji terus dan tidak pernah terwujud, akhirnya kami mendatangi rumah orangtuanya, mau gimana pun dia punya keluarga dan kebetulan saya juga kenal orangtuanya,” paparnya.

Dirinya pun mendapat informasi bahwa Nia Daniaty kini tinggal di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

“Saya bersama tim yang lain berangkat ke Cikini, kebetulan bertemu sama Ibu Nia. Jadi baru bisa bertatap muka sama Ibu Nia langsung,” kata Agustine.

Pada pertemuan dengan Nia Daniaty, Agustin menjelaskan kasus dugaan penipuan yang dilakukan Olivia beserta kerugiannya. Namun sayang, penjelasan Agustin itu dijawab oleh Nia Daniaty dengan pernyataan kurang memuaskan.

Nia Daniaty mengaku sudah tidak bertanggung jawab karena Olivia Nathania sudah menikah.

“Nia menjawab ‘Ibu Titin maaf Oli sudah menikah, sudah bukan tanggung jawab saya’ itu jawaban ibu Nia,” ucap Agustin.

Dikatakan Agustin, hingga saat ini permasalahan antara dirinya dan putri Nia Daniaty belum mencapai titik terang.

“Sampai saat ini tidak pernah ada hasil.” ucap Agustin.

Hal senada dikatakan Ody dan Mila Ayu selaku kuasa hukum pembela orang2 susah bahwa modus yang dilakukan putri pelantun Gelas Gelas Kaca ini sangat rapih.

Kuasa hukum Ody sedang menujukkan surat pengangkatan dan pangkat yang ternyata surat bodong sengan menggunakan lambang Garuda dan kop surat Badan Kepegawaian Negara (BKN), di Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

“Setelah uang diserahkan, dikasih surat pengangkatan termasuk pangkat
Ternyata surat bodong dengan menggunakan lambang garuda dan kop surat Badan Kepegawaian Negara (BKN). Oli bekerja sangat rapih. Punya tim pakaian batik,” tutur Ody.

Menurutnya, mdus tersebut dilancarkan Olivia sejak tahun 2019 hingga 2020. Namun, hingga menjelang akhir 2021 tak ada satupun dari 225 orang tersebut yang sudah menjadi CPNS.

“Para korban ini menyerahkan uang bervariasi Rp 30 juta sampai Rp 100 juta ke Olivia Nathania dan suaminya Rafly N Tilaar. Kalau dihitung-hitung total kerugian korban 225 orang ini sekitar Rp 9,7 miliar,” pungkas Ody. @Rudi

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita