Polda Jatim Ringkus Dua Pelaku Penjualan Satwa Dilindungi di Medsos

- Editor

Rabu, 13 Oktober 2021 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Jatim gelar rilis kasus penjualan satwa langkah dan dilindungi, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

Polda Jatim gelar rilis kasus penjualan satwa langkah dan dilindungi, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

Polda Jatim gelar rilis kasus penjualan satwa langka dan dilindungi, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Dua pelaku penjualan satwa langka dan dilindungi diringkus anggota Unit I Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim dan BKSDA Jatim. Pelaku tersebut berinisial VRW (29) warga Tulungangung dan SS (25) warga Jember.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, peran kedua pelaku yakni sebagai pencari dan penjual satwa. Lalu satwa tersebut dijual melalui media sosial.

“Para pelaku kami amankan dirumah masing-masing. Berawal dari penangkapan satu pelaku di Tulungagung. Kemudian dari hasil pengembangan kami juga berhasil menangkap tersangka lainnya di Jember,” ujar Gatot saat rilis di Mapolda Jatim, Rabu (13/10/2021).

Dari penangkapan tersangka di Jember, lanjut Gatot, petugas kemudian menyita barang bukti sejumlah satwa langka. Adapun satwa-satwa tersebut ada yang dalam keadaan hidup dan mati.

“Dari penangkapan di Jember, sejumlah satwa berhasil kami amankan seperti 1 ekor harimau tutul dalam keadaan mati dan sudah diformalin. Kemudian ada 2 ekor lutung Jawa muda masih hidup. Kemudian juga ada 2 ekor lutung sudah mati. Ada juga 1 ekor satwa Binturong dan burung rangkong masih hidup,” tutur Gatot.

Baca Juga :  Jurnalis KOMPAK Berkurban 4 Sapi dan 2 Kambing

Menurut Gatot, seluruh satwa tersebut ditangkap di sekitar hutan di Jember dan dijual di Indonesia. Sedangkan pemasaran dilakukan melalui media sosial.

“Satwa ini dari wilayah Jember. Seperti macan tutul ini juga dari Jember. Sistem penjualannya melalui medsos. Kemudian saling menawarkan dan bekerjasama dan saling melengkapi,” kata Gatot.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan UU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Adapun ancamannya yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta rupiah. Ady

Berita Terkait

DPP Partai Demokrat Turunkan Surat Tugas untuk Sugiri Sancoko di Pilkada 2024 Ponorogo
Calon Bupati Ponorogo Petahana Sugiri Sancoko Masuk dalam Daftar 5 Bupati Petahana di Jawa Timur yang Dapat Surat Tugas dari PAN
Revitalisasi Kawasan Eropa Kota Lama Surabaya: Sejarawan Unair Turut Terlibat
Bank Jatim Perluas Kerja Sama dengan Tugu Insurance
Bisa Saja PDIP Koalisi dengan PKB Usung Arzuki Mustamar, Untari : Semua masih mungkin terjadi
Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit
Banggar DPRD Jatim Rekom Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023 Layak Dibahas Lebih Lanjut, Tapi Beri Catatan Soal Laba BUMD
Dewan Syuro PKB Ponorogo Minta DPP Turunkan  Rekom ke Sugiri Sancoko

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 10:29 WIB

DPP Partai Demokrat Turunkan Surat Tugas untuk Sugiri Sancoko di Pilkada 2024 Ponorogo

Kamis, 20 Juni 2024 - 08:09 WIB

Calon Bupati Ponorogo Petahana Sugiri Sancoko Masuk dalam Daftar 5 Bupati Petahana di Jawa Timur yang Dapat Surat Tugas dari PAN

Kamis, 20 Juni 2024 - 06:44 WIB

Revitalisasi Kawasan Eropa Kota Lama Surabaya: Sejarawan Unair Turut Terlibat

Rabu, 19 Juni 2024 - 22:46 WIB

Bank Jatim Perluas Kerja Sama dengan Tugu Insurance

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:50 WIB

Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:18 WIB

Banggar DPRD Jatim Rekom Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023 Layak Dibahas Lebih Lanjut, Tapi Beri Catatan Soal Laba BUMD

Rabu, 19 Juni 2024 - 20:53 WIB

Dewan Syuro PKB Ponorogo Minta DPP Turunkan  Rekom ke Sugiri Sancoko

Rabu, 19 Juni 2024 - 18:33 WIB

OJK Kediri Nyatakan Pertumbuhan Kredit Perbankan Bulan Maret 5,01 Persen

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Bank Jatim Perluas Kerja Sama dengan Tugu Insurance

Rabu, 19 Jun 2024 - 22:46 WIB