Ketua DPD RI Kecam Pelecehan Seksual di Pesantren Manarul Huda Antapani

- Editor

Sabtu, 11 Desember 2021 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Pesantren Manarul Huda Antapani, mendapat kecaman dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Pelecehan dilakukan pengelola pesantren, Herry Wirawan, terhadap para santriwati. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut menyatakan Herry Wirawan telah memperkosa 21 santriwati.

“Perlakuan yang sangat tidak terpuji dan tidak pantas dari seorang pengelola pesantren. Bahkan lebih tepat disebut sebagai tindakan yang sungguh sangat bejat,” kata LaNyalla, Sabtu (11/12/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senator asal Jawa Timur itu juga menilai terdapat sejumlah kejanggalan di Pesantren Manarul Huda Antapani yang dikelolanya. Di antaranya, hanya ada satu orang pengajar, yakni pelaku.

Baca Juga :  Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN, Dr. H. Tanri Abeng Meninggal Dunia

“Kejanggalan lain, lembaga tersebut tidak mengeluarkan ijazah. Ia justru memaksa orangtua murid membantu pembangunan pesantrennya, para santri harus memasak bergantian. Selain itu, tidak terdapat guru lain, kalaupun ada hanya datang sesekali karena dipanggil pelaku,” katanya.

LaNyalla menilai kasus ini bukan hanya mencoreng dan menjatuhkan kewibawaan dunia pesantren.

“Tindakan ini sudah lebih dari itu. Tindakan pelaku adalah kejahatan besar, baik terhadap agama maupun terhadap manusia, yakni anak-anak yang masih di bawah umur,” katanya.

Akibat tindakan pelaku, para santriwati yang menjadi korban mengalami trauma. Selain itu, kasus ini dapat menimbulkan masalah baru bagi anak hasil perkosaan tersebut.

“Untuk itu, saya meminta pemerintah mengevaluasi pendidikan di pondok pesatren dan selektif dalam pendirian suatu lembaga berkedok pendidikan agama. Harus ada pengawasan yang serius agar kejadian ini tidak terulang di kemudian hari,” katanya.

Baca Juga :  Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN, Dr. H. Tanri Abeng Meninggal Dunia

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu khawatir kasus ini menjadi fenomena gunung es.

“Artinya, kita khawatir banyak oknum yang melakukan modus yang sama di tempat yang lain. Sehingga akan banyak korban bermunculan,” jelasnya.

Untuk itu, LaNyalla menghimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada pemerintah dalam hal ini Direktorat Pondok Pesantren Kementerian Agama jika terdapat kejanggalan terkait modus lembaga pendidikan sejenis ini.

“Jangan biarkan kasus-kasus ini tumbuh subur karena ada pembiaran. Masyarakat harus lebih kritis dan berani bersuara saat melihat telah terjadi kejanggalan,” katanya.(*)

Berita Terkait

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN, Dr. H. Tanri Abeng Meninggal Dunia
Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan Hujan untuk Keberlangsungan Makhluk Hidup
Kepala Bapanas Jelaskan Demurrage Beras yang Ramai dibicarakan KPK
KPK: Hasto dan Kusnadi Tandatangani Surat Penyitaan HP
Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi PT.INKA, Terkait Proyek di Luar Negeri
Menkumham Terima Gelar Adat kerajaan Gowa
Bertemu Presiden Jokowi, Khofifah dan Rektor Unair Serahkan Konsep untuk Indonesia Maju 2034
Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 08:07 WIB

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN, Dr. H. Tanri Abeng Meninggal Dunia

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:23 WIB

Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan Hujan untuk Keberlangsungan Makhluk Hidup

Sabtu, 22 Juni 2024 - 09:24 WIB

Kepala Bapanas Jelaskan Demurrage Beras yang Ramai dibicarakan KPK

Sabtu, 22 Juni 2024 - 05:49 WIB

KPK: Hasto dan Kusnadi Tandatangani Surat Penyitaan HP

Jumat, 21 Juni 2024 - 08:31 WIB

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi PT.INKA, Terkait Proyek di Luar Negeri

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:28 WIB

Menkumham Terima Gelar Adat kerajaan Gowa

Selasa, 11 Juni 2024 - 21:21 WIB

Bertemu Presiden Jokowi, Khofifah dan Rektor Unair Serahkan Konsep untuk Indonesia Maju 2034

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:32 WIB

Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis

KANAL TERKINI