Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

TikTok Javanese Culture, Angkat Kembali Kultur yang Mulai Luntur

Disamping untuk bahan ajar, adanya program ini dapat sekaligus melatih kepercayaan diri mereka agar berani tampil di depan kamera. Konten yang disajikan pun beragam, edukasi seputar bahasa Jawa tentunya, mulai dari unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama), permainan tradisional, geguritan (puisi Bahasa Jawa), dan lain-lain yang dikemas secara menarik, informatif, menghibur, dan simpel.

Diharapkan juga dengan tercetusnya TikTok Javanese Culture ini dapat mendorong masyarakat utamanya kaum milenial untuk berkreativitas dengan membuat konten-konten bermanfaat sesuai dengan passion mereka masing-masing.

“Terlepas adanya pro dan kontra dari aplikasi TikTok, tapi yang penting kan kontennya. Kalau kontennya bagus, misal ini kan istilahnya nguri-uri basa Jawa atau merawat lagi Bahasa Jawa. Ya tentu bagus dan perlu didukung dan dikembangkan lagi” Tutur RA Yasin selaku ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kaswonggo sekaligus pengelola Situs Patirtaan Ngawonggo ketika diwawancara mengenai program TikTok Javanese Culture.

Media sosial atau sebuah platform aplikasi dapat menjadi inspirasi dan tempat untuk menimba ilmu tatkala pengguna dapat memanfaatkannya secara tepat dan bijak. Perlu kita akui dewasa ini di era globalisasi sudah tak ada sekat bagi kebiasaan-kebiasaan budaya timur atas gempuran budaya barat yang mengakibatkan munculnya kebiasaan baru di tengah-tengah masyarakat kita. Tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama dimana budaya timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya leluhurnya dengan ciri khas etika perilaku dan sopan santunnya mulai musnah di generasi muda negeri ini.

“Program ini kami buat untuk istilahnya untuk ‘menyaingi budaya barat’ di media sosial agar para generasi muda bangsa ini tidak melupakan dan justru melestarikan budaya mereka khsusunya budaya Jawa dalam hal ini.” Pungkas Debby Ayu Pramesti selaku penanggung jawab program TikTok Javanese Culture.

Kita sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya sudah sepatutnya bangga dan melestarikan budaya-budaya yang ada, karena kebudayaan lahir dari masyarakat itu sendiri, lantas siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikannya jika bukan kita sang generasi penerus bangsa? Lestarikan budaya untuk hidup lebih bermakna, sebab di pundak generasi mudah lah nasib suatu bangsa berada. (*)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita