Ia menambahkan, TMMD juga harus adaptif hadapi dimensi atau spektrum ancaman di masing-masing daerah, karena karakter wilayah di masing-masing daerah berbeda, yang terpenting lagi adalah bela negara.
Bela negara yang diartikan sekarang bagaimana kita dapat menciptakan kerukunan, keberagaman dan toleransi di lingkungan masyarakat serta dapat membawa manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke 113 Kodim 1505/Tidore, Kapten (Inf) Andri Gusti Wijaya dalam laporannya mengatakan, kegiatan TMMD ini dilaksanakan selama 1 bulan, yang diikuti oleh perwakilan anggota gabungan dari TNI/Polri hingga Satpol PP, bertempat di Kecamatan Oba Tengah dan kegiatan TMMD ini akan berakhir pada tanggal 9 Juni 2022.
