Selain menyuarakan bahwa uang yang awalnya terkumpul telah dikembalikan lagi. KPM meminta agar wacana pencopotan terhadap dua perangkat tidak dilakukan.
“Keinginan utama kami, tak lain agar tidak ada pencopotan terhadap dua perangkat kami. Karena jujur, selama ini merekalah yang paling perhatian terhadap masyarakat,” tandas Lifyati.
Pantauan dilokasi, usai menyampaikan aspirasinya di Balai Desa Gumulan. Puluhan KPM langsung ditemui oleh sejumlah perangkat desa. Suasana seketika berubah haru, lantaran salah satu perangkat yang menampung aspirasi ibu-ibu sesenggukan menahan tangis. Bahkan, diduga akibat tidak kuasa menahan emosi. Salah satu peserta demo pingsan, dan harus dibawa ke pos kesehatan desa (Poskesdes) setempat.
Masih dilokasi yang sama, Sekretaris Desa (Sekdes) Gumulan, Harun mengatakan jika sampai saat ini pihak pemdes masih menunggu hasil pemeriksaan inspektorat. Jadi, ia belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh terkait aksi maupun tuntutan warga.
“Hari ini rencananya ada pemeriksaan inspektorat. Untuk tuntutan warga kami tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh, karena takut salah menyampaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Eko Prasetyo, anggota tim Inspektorat Kabupaten Jombang menuturkan jika tahapan pemeriksaan masih sebatas memeriksa data. “Tahapan kami hari ini masih melakukan pemeriksaan data, jadi belum bisa menyampaikan keterangan lebih jauh,” pungkasnya. (Faiz)
