Perihal klaim yang sulit dan kurang transparan merupakan salah satu pain point yang telah diidentifikasi oleh Rey dari pengguna asuransi di Indonesia. Oleh karena itu, proses ini dimodifikasi agar menjadi sesederhana mungkin dan dapat dilakukan hanya dengan mengakses gadget Member saja.
Yang pertama adalah proses klaim sepenuhnya dilakukan tanpa kertas (paperless) untuk rawat inap dan rawat jalan. Kemudian, proses klaim dapat dilakukan hanya dengan mengunggah foto dokumen medis yang diperlukan melalui aplikasi Rey. Kedua, saat Member mengalami perawatan, segala proses mulai dari pre-admisi, admisi, hingga discharge akan ditemani oleh tim ReyCare. Untuk proses pre-admisi, Member pun dapat menghubungi tim ReyCare melalui chat yang tersedia pada aplikasi Rey. Tujuannya agar segala proses dapat dipersiapkan lebih awal oleh tim ReyCare sehingga tidak ada lagi proses menunggu berjam-jam di rumah sakit karena kurangnya koordinasi antara rumah sakit dengan pihak asuransi. Ketiga, Member juga dibekali dengan ReyCard, yaitu kartu pembayaran cashless yang dapat digunakan di rumah sakit dan penyedia kesehatan mana pun di seluruh Indonesia. ReyCard dapat digunakan pada mesin EDC apapun bertanda GPN, layaknya kartu kredit atau debit biasa ketika melakukan pembayaran. Dengan ReyCard, Member tidak perlu lagi merasa terbatas pada jaringan rumah sakit rekanan saja.
“Penyederhanaan dan digitalisasi proses klaim merupakan salah satu fokus kami di Rey karena mengetahui betapa rumitnya proses ini yang terjadi pada kondisi offline. Namun, untuk memastikan kenyamanan penggunaan layanan para Member, kami tetap memberlakukan human-assisted digital process dengan tim ReyCare yang siap membantu di setiap proses klaim,” urai Evan yang menguraikan latar belakang proses klaim pada Rey.
Pertama di Indonesia, Health Insurtech Rey Rilis Membership Kesehatan Terjangkau Berbasis Proteksi
Bagikan
Baca berita lainnya:
