Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Kanal Maluku Utara

Persoalan Listrik di Pulau Mare, Masyarakat 2 Desa Lakukan Pertemuan dengan Pemda dan PLN, Ini Penjelasannya

“Dari awal sangat gentol untuk menginginkan bagaiman caranya sehingga Pulau Mare ini dapat menikmati listrik, namun terkendala dua tahun terahir ini, kita terkendala Covid-19 sehingga pengadaan mesin disel terkendala oleh jarak, dimana mesin tersebut belum ada di dalam negeri, jadi diusahakan pengadaannya dari luar negeri,” terang Rahmat.

Rahmat juga menjelaskan, setelah dikeluarkan momerandum untuk pembelian mesin di unit induk Maluku dan Maluku Utara pada April 2020, sehingga pihak PLN telah melakukan kontrak pembeli dari sejak itu sudah dilakukan oleh pihak PLN, sehingga proses pengadaan melalui kontrak pembeli baru didatangkan sebagian pada Oktober 2021 lalu.

“Namun terdapat 28 lokasi yang menjadi wilayah UP3 ternate termasuk Pulau Mare yang nasibnya sama persis dengan PLTD Mare, sehingga kami sangat konsen untuk 28 wilayah ini, agar dapat menikmati listrik, kami juga tidak bisa menjanjikan kapan akan didatangkan mesin disel tersebut, yang bisa kami janjikan adalah sebelum 2024, 28 lokasi termasuk PLTD Mare ini akan dapat merasakan listrik, kami juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat dua desa di Pulau Mare untuk dapat bekerjasama dengan kami, agar semua proses ini dapat berjalan dengan lancar,” jelas Rahmat.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dua desa di Pulau Mare yang dismpaikan oleh Kepala Desa Mare Kofo Ahmad Ayub mengatakan, terkait dengan listrik ini dari tahun ke tahun masyarakat Nare telah menghabiskan uang ratusan juta.

Uang tersebut terpakai dari tahun ke tahun yang tidak berdampak kepada yang lain, hanya untuk digunakan pembayaran listrik dan hanya berdampak pada penerangan yang cuman sebatas beberapa jam saja, mulai dari pukul 18-00 sampai dengan 00-00 WIT.

“Atas nama perwakilan masyarakat dua desa di Pulau Mare, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Wali klta dan Wakil Wali kota, yang sangat atensi dengan penuh perhatian kepada kami masyarakat di Pulau Mare, sehingga terus melakukan konsolidasi dengan pihak PLN untuk kepentingan listrik yang nantinya dirasakan oleh masyarakat Pulau Mare,” kata Ahmad Ayub

Ahmad Ayub juga menambahkan, persoalan lahan yang awalnya PLN masuk di Pulau Mare dalam pemasangan jaringan kabel, masyarakat Pulau Mare sangat merespon baik karena ini pertanda baik untuk dua desa yang ada di pulau ini, sehingga masyarakat bisa menikmati penerangan.

Kami berharap agar sebelum 2024, orang Mare bisa menikmati listrik dan keluar dari peradaban yang gelap. (Iswan_KanalIndonesia.com).

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita