Ketua Komisi E DPRD Jatim Minta SBMPTN yang Baru Ditinjau Ulang

- Editor

Rabu, 14 September 2022 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Kebijakan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengubah sistem terkait Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN ) dengan menghapus tes mata pelajaran atau tes kemampuan akademik (TKA). Mendapat tanggapan dari banyak kalangan, salah satunya Ketua Komisi E DPRD Jatim.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana mengatakan kebijakan ini perlu diperinci dan ditinjau ulang, terutama mengenai lintas jurusan. Sebab, peminatan sejak SMA tetap perlu dipertimbangkan agar peserta didik dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

“Meski tesnya adalah tes skolastik, tetapi di semua hal termasuk kemungkinan akan ada persyaratan tertentu di prodi-prodi tertentu itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Bhirawa, Rabu (14/9) kemarin.

Bunda Wara, sapaan akrab politisi PDIP Jatim mengingatkan efek domino dari transformasi Seleksi PTN yang baru saja ditetapkan oleh Kemendikbudristek Nadiem Makarim.

“Harus dipikirkan dampak lanjutan dan peraturan-peraturan turunan bukan hanya untuk SMA/SMK tetapi juga kepada Perguruan Tinggi dan Lembaga Penyelenggara Tes Masuk Perguruan Tinggi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar jangan sampai transformasi seleksi PTN ini malah menurunkan standar masuk PTN dan memunculkan potensi permainan nilai dari pihak sekolah untuk mendongkrak nilai rapor.

Bunda Wara mengatakan bahwa perubahan kebijakan proses penerimaan mahasiswa baru dalam PTN juga harus menghasilkan hasil seleksi yang lebih baik. “Beralihnya kewenangan seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru ke Mendikbudristek harus diikuti profesionalitas dari para birokrat yang melaksanakannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Dosen Politik Unair Tanggapi Isu Perubahan Batas Usia Kepala Daerah

Pihaknya berpendapat perubahan aturan seleksi masuk PTN itu harus diiringi dengan kesiapan para pelaksananya.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini pun berharap perubahan kebijakan itu mampu terus menyempurnakan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru secara nasional agar lebih adil, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Para pelaksana yang dilibatkan dalam proses seleksi masuk mahasiswa baru, kata dia, harus mampu mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan tugasnya.

“Profesionalitas para pelaksana sistem seleksi itu harus terus ditingkatkan untuk memastikan kebijakan yang ditetapkan sesuai dengan harapan,” pungkasnya. Nang

Berita Terkait

Momen Hari Donor Darah Sedunia 2024, Khofifah Apresiasi Pendonor Darah di Seluruh Dunia
242 Kades di Sidoarjo Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan, Plt Bupati Subandi Ajak Kolaborasi dan Sinergi Wujudkan Desa Mandiri
Anwar Sadad Sayangkan Sebagai Pelopor Ekonomi Syariah, Jatim Tak Punya Bank Umum Syariah
Sekolah Alam Pacitan Masuk Top 10 World’s Best School Prize 2024
Satlantas Polres Pacitan Bersama Jasa Raharja dan Dispenda Sosialisasikan Beretika dalam Berkendara
Khofifah Tegas Serukan Stop Pekerja Anak, Dorong Penuhi Hak dan Kesejahteraan Anak
Peparprov II Jawa Timur Digelar, Ponorogo Kirim Tujuh Atlet
Tamasya Sama Mas Tarjo, Satu-satunya Inovasi Layanan Posyandu di Sidoarjo

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 09:24 WIB

Momen Hari Donor Darah Sedunia 2024, Khofifah Apresiasi Pendonor Darah di Seluruh Dunia

Jumat, 14 Juni 2024 - 07:52 WIB

242 Kades di Sidoarjo Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan, Plt Bupati Subandi Ajak Kolaborasi dan Sinergi Wujudkan Desa Mandiri

Jumat, 14 Juni 2024 - 01:09 WIB

Anwar Sadad Sayangkan Sebagai Pelopor Ekonomi Syariah, Jatim Tak Punya Bank Umum Syariah

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:51 WIB

Satlantas Polres Pacitan Bersama Jasa Raharja dan Dispenda Sosialisasikan Beretika dalam Berkendara

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:10 WIB

Khofifah Tegas Serukan Stop Pekerja Anak, Dorong Penuhi Hak dan Kesejahteraan Anak

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:00 WIB

Peparprov II Jawa Timur Digelar, Ponorogo Kirim Tujuh Atlet

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:06 WIB

Tamasya Sama Mas Tarjo, Satu-satunya Inovasi Layanan Posyandu di Sidoarjo

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:23 WIB

3 Petahana KPU Magetan Terpilih Kembali

KANAL TERKINI

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM-Warga menikmati suasana Pantai Wisata Jumiang, Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024).Capaian PAD wisata tahun 2022 hanya berkisar 37,49 persen, atau setara dengan Rp33 juta. Sedangkan target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp90 juta. Pada tahun 2023 kembali mengalami hal yang lebih parah, dari target PAD yang ditetapkan sebesar Rp710 juta, hanya dicapai Rp4,19 persen, atau setara dengan Rp29 juta, PAD yang ditetapkan sekitar  Rp100 juta di tahun 2024 akan dicapai 100 persen selama setahun. Foto/KI/S Kurniawan

KANAL FOTO

Target PAD Sektor Wisata Pamekasan

Kamis, 13 Jun 2024 - 23:11 WIB