Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Kawal Keadilan Kanjuruhan, Sejumlah Wartawan Senior Jatim Turun Gunung, Imawan Viralkan Puisi Geram

MALANG, KANALINDONESIA.COM: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur terus mengawal penanganan hukum tragedi meninggalnya 131 suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022 lalu. Wartawan-wartawan senior di Jawa Timur pun ‘turun gunung’ mendorong agar penanganan tragedi ini tidak melukai rasa keadilan masyarakat.

Para awak media menyuarakan aspirasi kritis tidak semuanya lewat karya jurnalistik. Bahkan, ada yang mengespresikan dengan puisi sarkasme.

“Kalau nyawa satu brigadir dibalas dengan dipenjarakan jenderal-jenderal/ bagaimana dengan 131 nyawa/ bahkan lebih?/,” demikian petikan bait puisi yang dibaca wartawan senior Jawa Pos, Imawan Mashuri, yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur, Jumat (7/10/2022).

Imawan yang sehari-hari tinggal di Malang ini menyampaikan kegeraman aspirasinya lewat karya puisi yang sengaja ditulis dengan judul, “Hari Kelima Tragedi”.

Para wartawan Jawa Timur, agaknya, bukan cuma tergerak turun gunung karena tragedi menimpa kampung halamannya, Jawa Timur. Mereka terpanggil pun tidak sekadar lantaran merasa sesama warga Jawa Timur dengan para korban.

Tragedi memilukan itu dinilai karena mengorbankan rakyat kecil warga Malang sekitarnya. Bahkan, soal penembakkan “gas” ke arah suporter di area tribun juga sulit diterima nalar sehat.

Karenanya, tidak berlebihan, Imawan mengritisi cukup tajam lewat puisi sarkasmenya.

“Seberapa ukuran ancaman bahaya menurutmu/ untuk anak-anak yang belum dewasa masuk lapangan/ Sehingga kau halau dengan tamparan/, tendangan/ dan gas air mata secara membabibuta?!/,” demikian ucap Imawan, yang juga founder Arema Media Group dalam petikan bait-bait puisi yang dibacanya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita