Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Kawal Keadilan Kanjuruhan, Sejumlah Wartawan Senior Jatim Turun Gunung, Imawan Viralkan Puisi Geram

Asyari Usman, jurnalis senior FNN menulis artikel di medianya diberi judul malah terkesan lebih geram.
“Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion Tembakan Gas Air Mata”.

Asyari menguraikan, dalam peristiwa Kanjuruhan, 33 anak-anak melayang. Penyebab kematian mereka ini hampir pasti terkait langsung atau tak langsung dengan gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah semua tribun yang penuh dengan penonton.

“Apakah polisi tidak tahu bahwa banyak anak-anak yang berada di stadion? Apakah mereka tidak memahami bahwa orang tidak bisa bergerak cepat di gang-gang tempat duduk stadion? Tidakkah mereka memikirkan bahwa penyemprotan gas air mata ke arah tribun pasti akan menimbulkan korban?,” tanya Asyari dalam petikan narasinya.

“Sulit dimengerti. Tampaknya perlu ada edukasi agar polisi bisa paham. Agar mereka tahu konsekuensi fatal yang disebabkan gas air mata,” tambah Asyari.

Jurnalis Jawa Timur sepertinya tidak cukup puas mengritisi sebatas beropini maupun ber-statement di media masing-masing. Dari mulai media televisi, online, maupun cetak. Tidak sedikit pula yang menyampaikan cecaran lewat jurnalisme podcast. Begitu pun Imawan Mashuri yang membacakan puisinya berdurasi 5,51 menit hingga rekaman audionya mendadak viral di media sosial.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita