Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji Himbau Warga Tetap Waspada Jika Intensitas Hujan Tinggi

ARSO 13 Okt 2022

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Pada Bulan Oktober 2022 ini beberapa wilayah Kabupaten Pacitan baru dilanda bencana alam banjir dan tanah longsor. Sejumlah fasilitas jalan banyak yang mengalami kerusakan, dan sejumlah rumah juga banyak yang mengalami kerusakan, serta ditambah korban jiwa dalam kejadian banjir dan tanah longsor dalam sepekan ini.

Saat ditemui Kanalindonesia.com diruang kerjanya, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan, tentunya kita tidak menginginkan kejadian seperti hal ini. Saya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran OPD terkait ” utamanya BPBD agar tetap terus memantau perkembangan di lapangan.

” Jika menurut BMKG, intensitas curah hujan yang sangat tinggi seperti kemarin disebabkan adanya siklus badai dari negara lain yang masuk ke Wilayah selatan pulau Jawa, seperti halnya Kota Trenggalek waktu kemarin juga terjadi curah hujan tinggi dan mengakibatkan banjir, begitu juga dengan Pacitan,” ujar Bupati, pada Kamis ( 13/10/2022 ).

Lebih lanjut, untuk per bulan Oktober 2022 kejadian bencana alam jajaran OPD terkait BPBD juga sudah mengindentifikasi dan mendata seluruh kerusakan rumah dari tanggal 7 Oktober hingga 12 Oktober 2022 berkisar 274 rumah, 4 jembatan dan kerusakan sungai 15 titik, serta 3 korban jiwa yang disebabkan bencana alam banjir dan tanah pada waktu kemarin.

” Untuk kerusakan sungai, hari ini kami akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Solo ( BBWS ) untuk secepatnya untuk menormalisasi sungai Grindulu maupun beberapa titik anak sungai di Wilayah Kabupaten Pacitan. Semoga mendapat sambutan baik dari pihak BBWS dan ada penanganan secepatnya ,meski tidak seluruhnya ,” ujarnya.

Gagasan Bupati, menurut saya yang lebih diprioritaskan adalah penanganan banjir dalam Kota. Meski secara resiko jiwa dan kerugian dimungkinkan sangat kecil.

” Jika setiap tahunnya mengalami banjir di dalam kota seperti kemarin, tentunya akan menghambat aktifitas perekonomian dan aktifitas kerja masyarakat. Dan itu menjadikan atensi bagi kami,” ulasnya.

Tak hanya sampai disitu saja, kami juga akan mengkaji penyebab banjir ” selain intensitas hujan tinggi, apakah ada penyumbatan akibat sampah apa masalah drainase yang kurang tepat ” itu poin yang akan kami kaji nantinya.

” Saya juga sangat mengapresiasi Kinerja Dinas PUPR sudah sangat bagus, namun kalau itu belum cukup untuk memecahkan Maslah banjir kota. Nanti kita rencanakan membuatkan tampungan air atau resapan air semacam Busem, agar banjir kota teratasi,” jelasnya.

Bupati menambahkan, pesan dari saya kepada masyarakat Pacitan, jangan membuang sampah pada selokan atau sungai maupun anak sungai. Karena sampah juga menjadi penyebab tersumbatnya aliran air dan menjadi banjir. Mari kita jaga keindahan kota dan kebersihan kota Pacitan,” itu harapan Bupati. ( LC )