Menurut keterangan saksi teman korban yang sudah dikonfirmasi oleh Kapolsek Kesamben, kejadian ini bermula ketika saksi seorang pelajar salah satu SMP Kabupaten Mojokerto, berinisial E (14) asal Dusun Batan Kulon, Desa Pagerejo, masih satu Kecamatan dengan korban ini saat masih masuk sekolah, tiba-tiba dijemput oleh kedua temannya tersebut.
“Jadi sekitar pukul 09.00 WIB saksi di jemput kedua temanya itu untuk di ajak berenang di Dam Karet lokasi tenggelam. Mereka ini menuju kesana dengan berboncengan mengendarai kendaraan bermotor Suzuki Smash bernopol S 6337 TG,” jelasnya.
Namun setiba dilokasi, AKP Achmad menceritakan, kedua bocah korban ini langsung turun dan berenang di bendungan Sungai Brantas tersebut, sementara saksi E ini masih belum ikut mandi dan sebelum ikut berenang, dirinya pergi membeli es teh dulu di sebuah warung sekitar Dam Karet.
“Anehnya, ketika saksi kembali hendak ikut berenang. Anak ini tidak melihat lagi kedua temannya, dan sempat dicari-cari ternyata sudah hilang,” terangnya.
Atas peristiwa itu, saksi langsung melaporkan ke warga setempat dan kemudian dilaporkan ke polisi. Hingga kini petugas Mapolsek sudah mendatangi TKP dan meminta keterangan saksi-saksi atas kejadian tersebut.
“Kami sudah menghubungi BPBD Jombang untuk melakukan evakuasi korban. Diduga tenggelamnya dua korban tidak bisa berenang karena terlalu derasnya arus sungai Brantas,” pungkasnya.(Fred_kanalindonesia.com)
