Menjaga Keutuhan Bangsa

- Editor

Jumat, 25 November 2022 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: FAUZA NI’AMATUL MUBAROKAH
Penulis adalah Mahasiswa Magister KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Persatuan merupakan kata-kata yang sejak dahulu ditanamkan kepada masyarakat Indonesia untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini tergambar sejak kita dini sudah di ajarkan nilai-nilai baik untuk menjaga persatuan seperti patriotisme, toleransi, selektif memilih berbagai informasi, dan lain sebagainya. Dari nilai-nilai yang sudah ditanamkan sejak dini ini seharusnya tetap dibawa hingga kita dewasa dalam menyikapi berbagai informasi yang semakin beragam.

Informasi yang ada pada era sekarang ini sangat cepat beredar melalui sarana media sosial, di mana semua orang bisa mengakses serta menikmatinya. Yang menjadi ancaman sekarang ini adalah saat informasi tersebut menjadikan sebuah perpecahan dikarenakan perbedaan pandangan maupun perbedaan penerimaan masing-masing individu terkait informasi yang sedang trend ataupun sedang menjadi konsumsi semua orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekarang ini sedang berlangsung event olahraga terbesar di dunia yaitu Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar. Seluruh orang di dunia berbondong-bondong menyaksikan serta antusias mengikuti perhelatan Piala Dunia ini. Tak hanya kaum adam, kaum hawa pun antusias menyaksikan. Tak hanya negara partisipan saja, namun seluruh negara ikut menanti-nanti permainan masing-masing negara jagoannya.

Baca Juga :  Hasrat Ingin Melihat Misteri dari Perayaan 17 Agustus 2024 di IKN

Piala dunia ini sudah semestinya menjadi perhelatan yang tidak memecah belah bangsa dikarenakan perbedaan negara yang di dukung. Masyarakat Indonesia harus bijak melihat hal ini merupakan sarana hiburan atau informasi atau yang lainnya. Karena perhelatan seperti ini rentan sekali memicu percikan konflik antar masyarakat Indonesia sendiri.

Kita bisa melihat sisi positif adanya Piala Dunia 2022 salah satunya terlihat dari bagaimana event ini bisa membuat Palestina dan Israel satu pesawat. Terlihat sepele memang, tapi jika kita lihat lebih dalam lagi hal ini menjadi sebuah momen langka. Karena kita tau konflik diantara kedua negara tersebut membuat hubungan mereka tidak baik. Namun piala dunia ini bisa menjadikan mereka dalam satu penerbangan, meskipun tidak menjadi tolak ukur dalam hal perdamaian namun setidaknya piala dunia ini membawa dampak positif serta menyatukan mereka.

Bila kita tarik ke bangsa Indonesia, perhelatan ini harusnya tidak menjadi pemicu perpecahan bangsa. Karena antusisme dan euforia masyarakat melihat Piala Dunia 2022 ini sangat tinggi dan hal itu merupakan hal wajar karena memang sangat ditunggu-tunggu. Hanya saja harus mengetahui batasan-batasan dimana jangan sampai hanya karena perbedaan negara favorit menjadikan konflik yang memecah belah keutuhan bangsa.

Baca Juga :  Hasrat Ingin Melihat Misteri dari Perayaan 17 Agustus 2024 di IKN

Dari adanya hal ini kita bisa belajar dari orang-orang atau supporter negara yang mengikuti di Piala Dunia dan bisa menerima kekalahan negaranya dengan bijak. Sebagai penikmat suguhan sepakbola ini masyarakat harus bisa memposisikan bahwa ini merupakan hiburan serta tidak membawa ke arah negatif seperti tindakan kriminal, kerusuhan, hingga saling serang secara verbal maupun non verbal.

Upaya menjaga keutuhan bangsa dari perpecahan ini sudah diajarkan oleh pahlwan nasional Indonesia sejak dahulu, meskipun dalam ranah yang berbeda namun kita bisa menerapkannya dalam kehidupan pada saat ini. Selain itu kesadaran kolektif dalam berbangsa dan bernegara juga menjadi landasan menjaga keutuhan bangsa dari adanya sebuah perpecahan. Karena sebagai manusia kita memang harus menumbuhkan sifat itu di diri kita masing-masing terlebih dahulu, namun hal ini bisa berjalan dengan baik ketika orang lain juga melakukan hal yang sama.

Intinya jangan sampai bangsa ini terpecah belah hanya karna sebuah fanatisme berlebihan, masing-masing perbedaan sudah semestinya bisa disikapi bijak oleh semua orang. Tidak hanya satu dua orang yang berperan namun seluruh elemen harus berperan sama, dari adanya hal ini akan terbentuk persatuan yang solid dalam menjaga keutuhan bangsa.

Berita Terkait

Hasrat Ingin Melihat Misteri dari Perayaan 17 Agustus 2024 di IKN
Ponorogo: Tradisi Reog Sebagai Perekat Sosial dan Keberagamaan
Asisten pelukis Bernama Artificial Intelligence akan Melampaui Van Gogh?
Real Madrid Adalah The Beatles Bagi Klub Sepak Bola Dunia
Kritik Mahfud MD Terhadap Skema Tapera
Memenangkan Pemilu Presiden Lima Kali Berturut-turut
Rangking Jokowi dan Prabowo Dalam Sejarah Presiden Indonesia
In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 05:35 WIB

Hasrat Ingin Melihat Misteri dari Perayaan 17 Agustus 2024 di IKN

Selasa, 11 Juni 2024 - 10:37 WIB

Ponorogo: Tradisi Reog Sebagai Perekat Sosial dan Keberagamaan

Kamis, 6 Juni 2024 - 12:15 WIB

Asisten pelukis Bernama Artificial Intelligence akan Melampaui Van Gogh?

Senin, 3 Juni 2024 - 09:55 WIB

Real Madrid Adalah The Beatles Bagi Klub Sepak Bola Dunia

Sabtu, 1 Juni 2024 - 22:46 WIB

Kritik Mahfud MD Terhadap Skema Tapera

Sabtu, 1 Juni 2024 - 14:17 WIB

Memenangkan Pemilu Presiden Lima Kali Berturut-turut

Sabtu, 1 Juni 2024 - 14:09 WIB

Rangking Jokowi dan Prabowo Dalam Sejarah Presiden Indonesia

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:47 WIB

In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Minggu, 16 Jun 2024 - 05:26 WIB

KANAL HEALTH

Peneliti UNAIR Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual oleh WIPO

Sabtu, 15 Jun 2024 - 23:01 WIB