Menyelami Keluarga Habaib dan Mantri Guru di Karya Novel Dua Dosen ITS

- Editor

Sabtu, 7 Januari 2023 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengangkat Budaya Habaib

Sementara karya Dra Lubna Algadrie MA berjudul “From Sydney With Love” meski fiksi tapi alur cerita, konflik yang terjadi di antara para tokohnya, dibangun atas dasar pengalaman hidup penulisnya yang juga dosen ITS. Sebelumnya dosen bahasa Inggris ITS tersebut memang mengambil beasiswa S-2 di Sydney, Australia. Dia pun menyelesaikan master of arts di University of Sydney, Australia. Buku ini merupakan karya kedua dari Lubna setelah bukunya yang berjudul A Long Journey of A Single Parent Teacher.
Novel ini menarik karena mengangkat tema yang tidak mainstream. Mulai judulnya “From Sydney with Love (Syarifah What Is Bothering You)” sudah membuat pembaca penasaran. Mengutip dari adrionomatabaru.blogspot.com, masih belum banyak kisah fiksi yang mengangkat budaya dan kehidupan keluarga Arab habaib di negeri ini. Maka, melalui novel buah karya Lubna Algadrie ini kita bisa sedikit mengintipnya dan mendapatkan tambahan cakrawala pengetahuan. Kabarnya, novel ini sedang diminati seorang produser, jadi ada kemungkinan bakal diangkat menjadi film layar lebar.

Baca Juga :  Lumajang Juara Umum, Semarak Gelar Peralatan Se-Jatim Ditutup dengan Lima Arahan BNPB

Seperti diketahui, sebagian besar ulama pria Arab yang datang ke Nusantara bergelar sayid atau syarief, atau syarifah dan sayidah untuk yang perempuan. Gelar syarief/syarifah disematkan bagi keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayidina Hasan. Sedang sayid/syayidah dari jalur Sayidina Husin bin Abi Talib yang menikah Siti Fatima, putri Rasulullah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar dari mereka masih berpendirian bahwa menjaga pertalian keluarga berdasar hubungan darah (nasab) merupakan kewajiban. Seorang syarifah seharusnya bersanding dengan seorang sayid. Ini pasangan yang sepadan, se’kufu’, supaya martabat keluarga sebagai habaib terpelihara. Jika melanggar, perempuan syarifah harus rela melepas nasabnya, tidak berhak lagi menyandang gelar marga di belakang nama putra-putri yang dilahirkannya.

Sikap keluarga habaib ini tergambar dalam tokoh Aba, yang senantiasa berpesan kepada putri sulungnya, Syarifah Fatima (Iffah). “Jagalah marga kita sebagai keturunan Rasulullah,” kata Aba. Demikian juga dengan Umi yang menggariskan pesan tegas, “Jangan lupa kamu seorang syarifah. Kamu harus menikah dengan seorang sayid atau syarif. Kalau tidak, apa nanti kata keluarga besar kita?” (hlm 10).

Baca Juga :  Gubernur dan Wagub Jatim Dapat Jatah Dana Hibah Triliunan Rupiah, KPK Pantas Panggil dan Periksa Khofifah-Emil

Maka Iffah, tokoh sentral dalam novel ini, menjalani hidup dalam lingkaran-lingkaran labirin yang tidak dikehendaki sekaligus sulit dihindari. Dia kadang merasa terlalu banyak dibatasi oleh aturan-aturan yang hampir sulit dicerna. Cinta pertamanya bersama Kapten Hermana pun kandas. Bahkan kemudian Iffah jadi gamang untuk memaknai apa itu cinta.

“Setiap aku menyukai seseorang ada saja penghalang yang memangkas tunas yang akan tumbuh. Cintaku tidak pernah tumbuh dengan baik. Aku jadi terbiasa belajar melupakan orang-orang yang aku sukai, karena Aba selalu mengatakan: simpan cintamu untuk seorang sayid,” katanya (hlm 63).

Berita Terkait

Memperingati Hari Anak Nasional, RS Sayidiman Magetan Gelar Festival Anak Hebat
Gelar Rapimwil se Jatim, PKS siap All Out Menangkan Khofifah-Emil
11 Tahun Tak Terawat, Rumput Baru Stadion Bathoro Katong Ponorogo akan Dipasang Pertengahan Agustus
Kisruh di PWI Pusat, Puluhan Wartawan Jatim Tuntut KLB
Tiba-tiba Hadir di Kejari Gresik, Kapolres Beri Kejutan Sambut ke 64 Hari Bhakti Adhyaksa
650 Personil Gabungan Lakukan Penyekatan Suran Agung di Perbatasan Ponorogo-Madiun, 9 Sepeda Motor Diminta Putar Balik
Plt. Bupati Subandi Minta Guru Penggerak Cetak SDM Unggul
Terungkap, Kasus Pembunuhan dan Perampokan di Pakis

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 15:16 WIB

Memperingati Hari Anak Nasional, RS Sayidiman Magetan Gelar Festival Anak Hebat

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:54 WIB

Gelar Rapimwil se Jatim, PKS siap All Out Menangkan Khofifah-Emil

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:56 WIB

11 Tahun Tak Terawat, Rumput Baru Stadion Bathoro Katong Ponorogo akan Dipasang Pertengahan Agustus

Selasa, 23 Juli 2024 - 08:57 WIB

Tiba-tiba Hadir di Kejari Gresik, Kapolres Beri Kejutan Sambut ke 64 Hari Bhakti Adhyaksa

Senin, 22 Juli 2024 - 22:00 WIB

650 Personil Gabungan Lakukan Penyekatan Suran Agung di Perbatasan Ponorogo-Madiun, 9 Sepeda Motor Diminta Putar Balik

Senin, 22 Juli 2024 - 21:13 WIB

Plt. Bupati Subandi Minta Guru Penggerak Cetak SDM Unggul

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53 WIB

Terungkap, Kasus Pembunuhan dan Perampokan di Pakis

Senin, 22 Juli 2024 - 20:32 WIB

Coklit Telah Usai, KPU Ponorogo Pastikan TPS Pilkada 2024 Bertambah

KANAL TERKINI

KANAL MILITER

Peringati Hari Bhakti TNI AU ke-77, Koopsud I Gelar Donor Darah

Selasa, 23 Jul 2024 - 13:30 WIB