Berdasarkan surnas LSI Denny JA Januari 2023, terdapat empat Partai Menengah, yaitu: PKB dengan dukungan sebesar 8.0%, Partai Demokrat dengan dukungan sebesar 5.0%, PKS dengan dukungan sebesar 4.9%, dan Partai Nasdem dengan dukungan sebesar 4.4%.
Keempat partai ini mendapat dukungan direntang 4-10%, sehingga dikategorikan sebagai Partai Menengah.
Berdasarkan surnas LSI Denny JA Januari 2023, terdapat tiga Partai Kecil, yaitu : Partai Perindo dengan dukungan sebesar 2.8%, PPP dengan dukungan sebesar 2.1%, dan PAN dengan dukungan sebesar 1.9%.
Ketiga partai ini mendapat dukungan direntang 1-4%, sehingga di kategorikan Partai Kecil.
Berdasarkan surnas LSI Denny JA Januari 2023, terdapat delapan Partai Nol Koma, yaitu: PSI dengan dukungan sebesar 0.5%, PBB, Partai Garuda, PU dengan dukungan sebesar 0.3%, Partai Hanura, Partai Buruh, Partai Gelora, dan PKN dengan dukungan sebesar 0.1%.
Kedelapan partai ini dukungannya dibawah 1%, sehingga dikategorikan sebagai Partai Nol Koma.
Temuan yang menarik, semua Partai Besar, lahir sebelum reformasi, kecuali Partai Gerindra.
PDIP sebagai Partai Besar, kelahirannya sebelum reformasi. Partai Golkar sebagai Partai Besar, kelahirannya sebelum reformasi. Partai Gerindra sebagai Partai Besar, kelahirannya setelah reformasi.
PPP satu-satunya partai yang lahir sebelum reformasi yang tidak menjadi Partai Besar. Era reformasi di Indonesia dimulai pada tahun 1998, tepatnya pada saat presiden soeharto mengundurkan diri, pada Mei 1998.
Semua Partai Menengah lahir setelah reformasi (kecuali Partai Gerindra yang menjadi Partai Besar).
Gerindra lahir setelah reformasi dan menjadi Partai Besar dengan dukungan diatas 10%. PKB Partai Menengah kelahirannya setelah reformasi. Partai Demokrat Partai menengah, kelahirannya setelah reformasi. PKS Partai Menengah kelahirannya setelah reformasi. Begitu pula dengan Nasdem Partai Menengah kelahirannya setelah reformasi.
Semua Partai Kecil, pernah ikut pemilu minimal sekali pemilu. Partai Perindo pernah ikut pemilu di tahun 2019 namun belum berhasil lolos parliamentary threshold. PPP mengikuti pemilu sebelum masa reformasi hingga sekarang dan berhasil mendapatkan kursi di setiap pemilu. PAN mengikuti pemilu setelah reformasi, dan berhasil mendapatkan kursi di setiap pemilunya.
Semua partai yang baru ikut pemilu pemilu pertama kali menjadi Partai Nol Koma.
Partai Ummat dan Partai Gelora pemilu pertamanya di tahun 2024 mendatang. PKN pemilu pertamanya di tahun 2024 mendatang.
Dukungan terdapat tiga partai yang pertama kali ikut pemilu, di tahun 2024 mendatang, dukungannya di bawah 1% saat ini.
Bagaimana peluang partai baru? terdapat sejarah sukses dan sejarah buruk partai baru. Sejarah sukses partai baru.
Pemilu pertama Partai Demokrat pada tahun 2004, Partai Demokrat masuk Partai Menengah dengan dukungan 7.45%. Pemilu kedua partai Demokrat tahun 2009, Partai Demokrat menjelma menjadi Partai Besar sebagai pemenang pemilu dengan dukungan 20.4%. Hari ini Partai Demokrat menjadi Partai Menengah dengan dukungan sebesar 5.0%
Terdapat pula sejarah buruk partai baru. Partai Hanura pada pemilu pertamanya di tahun 2009 berhasil lolos ke DPR sebagai Partai Kecil dengan perolehan dukungan sebesar 3.77%.
Pemilu Keduanya di tahun 2014 Partai Hanura menjadi Partai Menengah dengan dukungan sebesar 5.26%. Pemilu 2019, Partai Hanura tak lolos parliamentary threshold, tidak mendapatkan kursi di DPR.
