Keempat, partai yang belum lolos parliamentary threshold harus mengandalkan kekuatan pengaruh personal calon anggota DPR.
Kelima, Pendukung Partai Gurem umumnya dari pemilih yang tingkat kepuasannya pada kinerja pemerintah paling rendah.
Keenam, PDIP diambang hattrick (menang pemilu 3 kali berturut-turut jika memiliki capres yang populer)
Ketujuh, Golkar dan Gerindra hanya bisa mengalahkan PDIP jika memiliki capres yang lebih populer ketimbang capres PDIP.
Dengan model pemilihan umum serentak, Pilpres dan Pileg sekaligus, beruntunglah partai yang memiliki capres sangat populer, yang dapat mendongkrak dukungan atas partai itu.
Data dan analisa selengkapnya dapat dibaca melalui link ini:
https://drive.google.com/file/d/1K3HrkKeNPMbjpVw9MY01pdC5OfVf_svx/view?usp=drivesdk
