Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL DEMOKRASI

Beri Penghormatan Tiada Henti, Anggota DPR RI Rachmat Hidayat Kunjungi Guru Semasa SMA

MATARAM, KANALINDONESIA.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat begitu memuliakan para guru yang pernah mendidiknya. Politisi kharismatik NTB (Nusa Tenggara Barat) tersebut mengunjungi Asrul Agus, gurunya semasa menempuh pendidikan di SMA 1 Selong, Lombok Timur pada tahun 1967-1969. Rachmat tak akan pernah lupa, berkat para guru-gurunyalah, dirinya bisa seperti saat ini.

“Dari para gurulah, saya, dan kita semua, memperoleh ilmu yang tak terbatas,” kata Rachmat, dalam keterangannya, Kamis (16/2/2023).

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menempuh pendidikan menengah atas di SMA 1 Selong, Lombok Timur. Masuk pada tahun 1967, Rachmat menamatkan pendidikan di sana pada tahun 1969. Pada masa itu kata Rachmat, sekolah-sekolah negeri di Pulau Lombok masih sangat kekurangan guru.

Waktu itu pun, para pendidik memang banyak yang datang dari Pulau Jawa, mengingat akses pendidikan mereka lebih baik. Para guru dari luar daerah itu pun tidak hanya mendapat tugas mengajar di satu sekolah. Namun, mengajar pula di sekolah milik pemerintah lainnya.

Di NTB, Rachmat memang dikenal sebagai tokoh yang begitu memuliakan para guru. Belum lama, Anggota DPR RI tiga periode ini juga ikut bersuka cita dengan para guru di Bumi Gora, untuk merayakan Hari Guru Nasional.

Rachmat memang terlahir dari keluarga guru. Ayahandanya, Guru Ramiah, adalah tokoh dan tenaga pendidik yang memiliki nama sangat masyhur di Lombok Timur. Karena itu, Rachmat tahu persis, bagaimana mereka yang menempuh jalan hidup untuk mengajar, akan belajar dua kali lipat lebih keras daripada anak didiknya.

Bagi Rachmat, guru adalah ujung tombak pendidikan bangsa. Karena itu, guru tak akan pernah berhenti menjadi pelita untuk anak bangsa. “Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Pintu tersebut tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci, yakni seorang sosok guru,” imbuhnya.

Seluruh anak didik harus menyadari bahwa kehidupannya sekarang adalah hasil jerih payah dan keikhlasan guru-gurunya dalam mendidik. Keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan murid tidak bisa dipungkiri adalah berkat peran dari guru yang telah mengisi akal budinya sehingga tangguh mengadapi bahtera kehidupan.

“Karena itu, tidak pantas bagi siapa pun untuk melupakan jasa guru,” tandas tokoh kharismatik Bumi Gora ini.

Musabab itu, selayaknyalah, kata Rachmat, para guru dimuliakan. Mereka adalah sosok terhormat dan penuh dedikasi yang memberikan segala jerih payahnya bagi calon generasi bangsa.

Apalagi, tak hanya sebagai pengajar, mereka juga bertindak sebagai pendidik. Di lain sisi, sosok guru juga menjadi panutan bagi setiap muridnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bernilai.

Rachmat menegaskan, guru memang adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan lantaran mereka tidak memiliki jasa. Justru sebaliknya, lantaran jasa mereka yang sangat besar dan tidak terbilang, sehingga akan menjadi teramat sulit bagi siapa pun untuk membalasnya.

“Sebagai umat Islam, agama kita menempatkan guru pada posisi yang sangat mulia dan terhormat. Berkat jasa gurulah, banyak manusia menjadi orang yang mulia dan terhormat pula,” imbuh Rachmat.(dan_kanalindonesia.com)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita