Kualitas Air Sungai Brantas Semakin Buruk
Temuan terkait Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) 2022 yang menguji kandungan mikroplastik di 68 sungai strategis nasional, hasilnya sungai – sungai di 5 provinsi se indonesia ditemukan kontaminasi mikroplastik paling tinggi. dari 5 provinsi paling tinggi kontaminasi mikroplastiknya, sungai Brantas di Jawa Timur menempati urutan pertama sungai paling tercemar sampah plastik dan menjadi sungai paling tinggi kontaminasi mikroplastiknya dengan presentase mikroplastik sebanyak 636 partikel/100 liter.
“Sumber mikroplastik di sungai Brantas berasal dari aktivitas pembuangan limbah indutri kertas, dan tekstil tanpa di olah di sepanjang DAS Brantas. kondisi tersebut diperparah dengan prilaku masif masyarakat yang masih menjadikan sungai Brantas tempat sampah dengan membuang limbah domestic rumah tanggan (detergen, sampah plstik dan popok bayi) ke sungai Brantas secara langsung,” ungkap Lilik Maulidah peneliti Mikroplastik dari Management Sumber Daya Perairan Universitas Trunojoyo Madura.
Selain masalah mikroplastik sungai Brantas juga akrab dengan masalah limbah industri. Menurut DLH Jatim Sedikitnya ada sekitar 130 an industri di sepanjang DAS Brantas. Meliputi industri manufaktuf, kertas, makanan, minuman, logam, dan lainnya. Semua industri tersebut membuang limbah cair nya ke sungai. ECOTON mencatat ratusan peristiwa ikan mati setiap tahun akibat limbah indutsri tanpa diolah dibuang di sungai Brantas, ratusan kasus ikan mati massal tersebut terhitung mulai dari tahun 2012 – 2022 tanpa ada penyelesaian yang signifikan dari pemerintah.
“Beberapa industri nakal acapkali membuang limbah cair tanpa diolah ke sungai Brantas, kebanyakan mereka membuang limbah tanpa diolah malam hari, dan hal tersebut diperparah ketika musim kemarau, banyak terjadi fenomena ikan mati massal disungai Brantas. Peristiwa ikan matimassal tersebut terjadi karena debit air sungai Brantas yang minim harus menanggung debit air limbah yang begitu banyak dibuang ke sungai,” ungkap Seva mahasiswa Manajement Sumber Daya Perairan dari Universitas Trunojoyo Madura yang ikut dalam aksi.
Temuan ecoton pada tahun 2021dalam kegiatan ekspedisi sungai di Kali Surabaya dan Kali Porong, menemukan Terdapat 1024 timbulan sampah dan 2000 pohon yang terlilit plastik di sekitar bantaran sungai brantas. Pada tahun 2022 ECOTON juga berhasil mengidentifikasi sekitara 1152 bangunan liar di sepanjang kali Surabaya, sekitar 475 timbulan sampah di Kali Surabaya, sekitar 566 pohon plastik di sepanjang bantaran Kali Surabaya, menemukan aktivitas pencemaran di 7 outlet perusahaan disepanjang kali Surabaya.
Selain masalah pencemaran lingkungan di sungai Brantas, pada tanggal 23 Februari 2023 salah satu media nasional KOMPAS menyampaikan berita terkait analisis data kejadian banjir dan longsor diseluruh wilayah Indonesia selama 10 tahun terakhir dan mengkombinasikannya dengan peta daerah aliran sungai atau DAS di seluruh Indonesia. Hasilnya, bencana banjir dan longsor menunjukkan tren peningkatan di 893 DAS seluruh Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi sungai – sungai di Indonesia semakin membahayakan karena semakin meningkat aktivitas perusakan dan pencemaran lingkungan terjadi di sungai – sungai Indonesia. Dari 893 DAS beresiko tersebut, sungai Brantas di Jawa Timur menempati rangking 5 sungai paling beresiko terjadi bencana longsor dan banjir.
