“Sebanyak 22,3 persen responden memilih Partai Golkar. Untuk PDI Perjuangan tingkat 15,8 persen, Gerindra 14,7 persen,Demokrat 7,2 persen, NASDEM 5,4 persen, PKB 5,1 persen, PKS 4,2 persen , Perindo 4,1 persen, PPP 2,2 persen, PAN 1,8 persen kemudian gabungan elektabilitas parpol peserta pemilu lainnya hanya 5,1 persen dan tidak memilih sebanyak 12,1 persen,”ungkapnya.
Jika, Pemilu digelar saat ini Partai Golkar menjadi partai yang tingkat keterpiihannya paling tinggi dari parpol lain karena kesan di publik Golkar selalu mengedepankan politik yang santun dan damai menjelang Pemilu 2024 dan menjaga stabilitas politik dan lebih fokus pada permasalahan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Golkar berhasil mengimplementasikan politik yang santun, damai, politik yang di tengah. Tidak di kiri, tidak di kanan. Berbeda kesan masyarakat terhadap parpol lainnya seperti PDI Perjuangan, Gerindra,Nasdem, PKB dari terpaan info info di medsos dan media mainstream terkesan sering gaduh dan gagal mengimplementasikan politik santun dan politik inklusif,” ujarnya.
Dari hasil penelitian tersebut menjadi alasan TBRC masukan 5 tokoh yang menjadi tokoh yang punya kans besar untuk maju sebagai Capres yang diusung oleh PDI Perjuangan, KIB (GOLKAR-PAN-PPP) , KIR ( Gerindra -PKB) dan Koalisi Perubahan ( Nasdem-PKS-Demokrat).
Didalam poin kepemimpinan negara yang dipilih masyarakat yang diwakili oleh 2280 responden dalam survei ini menunjukkan tokoh yang selama ini dikesankan mengusung nilai inklusif mendapat suara terbanyak. Hasilnya Airlangga Hartarto menempati posisi pertama dengan tingkat keterpilihan sebesar 34,6 persen disusul Prabowo Subianto 28,2 persen dan Anies Baswedan 7,6 persen, Ganjar Pranowo 7,2 persen dan Puan Maharani 6,8 persen dan tidak memilih sebanyak 15,6 persen.
Airlangga unggul dalam kategori atribusi kepemimpinan sebagai sosok yang mampu mengelola perekonomian nasional yang berdampak pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat sebesar 89,3 persen, mampu diterima semua kalangan 88,3 persen, menjaga toleransi 88,7persen dan mendorong solidaritas sosial 87,8 persen. Sementara Prabowo unggul dalam atribusi menjaga stabilitas keamanan 67,2 persen dan menguasai persoalan politik luar negeri 49,2 persen.
Rendahnya keterpilihan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan karena kesan dan persepsi publik terhadap Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan menjadi sumber dan bagian terjadinya polarisasi dimasyarakat, hal ini terekam oleh kesan kesan dan pendapat netizen pendukung kedua tokoh ini di dunia medsos yang menyebabkan masyarakat terpolarisasi sangat kuat sekali.
Survei Timur Barat Research Center (TBRS) dilakukan pada periode 7-21 Maret 2023. Survei digelar di 33 provinsi yang melibatkan 2280 responden yang sudah memiliki hak pilih atau sudah berusia 17 tahun . Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,01 persen.
Lebih lanjut, dia menambahkan, hasil survei ini juga hasil survei ini juga menunjukan bahwa tren pola narasi di media sosial terkait Pemilu 2024 dinilai menunjukkan peta yang mirip dengan Pemilu 2019.
“Dari rekam digital Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang menyebabkan masyarakat terpolarisasi,”kata Togu.
Lubis Koordinator survei TBRC, menunjukan bahwa tren pola narasi di media sosial terkait Pemilu 2024 dinilai menunjukkan peta yang mirip dengan Pemilu 2019. dari rekam digital Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang menyebabkan masyarakat terpolarisasi,” ucapnya.
