MATARAM, KANALINDONESIA.COM – PDI Perjuangan NTB telah menetapkan target yang tinggi dalam Pemilihan Umum 2024. Partai tersebut menargetkan dapat mengisi kursi DPR RI di dua Dapil dan menambah tiga kursi di DPRD Provinsi NTB dari hasil Pemilu 2019.
Menghadapi Pemilu 2024, DPD PDIP NTB telah mempersiapkan mesin partai dan telah menggelar Rakor Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Legislatif DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Rakor ini dilaksanakan di kantor DPD PDIP NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Selasa (28/3/2023).
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, hadir dan membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta para kader PDIP untuk terus membumikan salam Pancasila yang dikenalkan oleh Ketua Umum DPP PDIP Hj Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah BPIP.
Djarot mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang terbius dengan ideologi lain, bahkan anak muda saat ini juga sudah mulai tidak paham tentang ideologi Pancasila.
Oleh karena itu, Djarot menyoroti hasil Survei SMRC yang menunjukkan bahwa sistem khilafah sangat diterima dan disetujui oleh warga di beberapa daerah di Indonesia.
Menanggapi hal ini, Anggota DPR RI ini mengatakan bahwa hasil survei tersebut menjadi sebuah alarm bagi para kader yang jelas berideologi Pancasila, untuk melawan hal-hal yang berlawanan dengan konstitusi negara. Djarot menekankan bahwa ideologi khilafah harus dilawan agar negara Indonesia tetap berdiri di atas prinsip-prinsip Pancasila.
“Maka, hasil survei itu jadi alarm untuk kita para kader yang jelas berideologi Pancasila, untuk melawan hal-hal yang berlawanan dengan konstitusi negara,” jelas Djarot Saiful.
Lebih lanjut, Djarot menyatakan bahwa target rapat koordinasi (rakor) penjaringan dan penyaringan bakal calon legislatif (bacaleg) di seluruh wilayah Indonesia harus selesai pada akhir bulan ini. Penempatan para bacaleg harus mengikuti peraturan partai dan para caleg PDIP harus menjadi petarung ideologis.
Djarot menekankan bahwa yang utama adalah memilih bacaleg yang dapat memenangkan kursi. Ia juga mengingatkan agar para caleg tidak bertarung dengan kawannya sendiri, karena hal tersebut dapat mempengaruhi suara partai. Pembagian wilayah antar caleg juga harus menjadi hal yang utama.
“Yang utama itu, bacaleg yang harus ditempatkan adalah sosok yang bisa meraih kursi. Kenapa saya ingatkan hal ini, sebab ada kecendrungan di banyak tempat, caleg kita bertempur dengan kawannya sendiri,” ungkap Djarot.
Para caleg yang hanya memikirkan zona aman dan bersikap egois harus dipertimbangkan untuk tidak dicalonkan di Pemilu 2024. Djarot menargetkan bahwa di DPR RI dapil Pulau Sumbawa harus terisi, begitu pula di DPRD NTB yang memiliki delapan dapil harus meraih satu kursi per dapilnya. Di Kota Bima yang memiliki empat dapil, setiap dapilnya harus terisi.
“Termasuk juga di Kabupaten Bima, Lombok Tengah. Intinya, semua dapil itu harus terisi, dan itu akan kita cek. Ini karena tahun 2024, kita ingin menjadi pemenang pemilu. Maka, penempatan caleg itu jangan asal-asalan,” tegas Djarot.
Djarot juga menegaskan bahwa daerah agamis di NTB menjadi peluang bagus bagi para kader PDIP NTB untuk bisa meraup suara. Ia mengajak para caleg untuk berbagi bersama rakyat dan menjadi petarung ideologis yang selalu bonding bersama rakyat.
