Sementara, saat ini elektabilitas Anies Baswedan ada di urutan ketiga dengan 10,2 persen, dan Ganjar Pranowo 8,1 persen di urutan keempat. Sementara di urutan kelima ada Puan Maharani dengan tingkat elektabilitas 7,2 persen, kemudian secara berurutan ada nama Andika Perkasa 5,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,3 persen, Muhaimin Iskandar 2,7 persen dan yang tidak memilih sebanyak 12,3 persen.
Selain itu juga dari hasil survei Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI), Agusta Irawan mengatakan, harapannya, Pilpres 2024 akan menjadi pemilu yang menarik dan penuh pertarungan gagasan serta ide, tanpa membawa politik identitas yang membuat masyarakat terpolarisasi. Hal ini terjawab dalam survei ini bahwa 92,2 persen menginginkan masyarakat kriteria presiden merupakan tokoh yang mampu menyatukan komponen bangsa dan tidak berideologi politik identitas sebagai tema kampanyenya nanti. dan sebanyak 94,2 persen.
“Masyarakat menginginkan presiden yang mampu mengelola perekonomian dan sudah punya rekam jejak yang jelas dalam mengelola perekonomian nasional,” ucapnya.
Menanggapi Survei Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) terkait pengaruh penolakan timnas Israel di Piala Dunia U 20, Ketua Umum Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) dan Ketua Alumni Sepak Bola Universitas Indonesia, Sarman El Hakim mengatakan bahwa dampak penolakan itu sangat besar terhadap Indonesia dimata dunia.
Namun, saat ditanyakan soal dampak bagi politik atau pilpres 2024, Sarman menilai bahwa dengan penolakan yang dilakukan Ganjar Pranowo dan PDIP terkait timnas Israel Pembatalan Piala Dunia U20, maka itu akan berdampak bagi dukungan politik. Hal ini menjadi peluang Airlangga dan Golkar untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia dengan tragedi tersebut.
“Ya kalau saya lihat dukungan Pembatalan Piala Dunia U20 oleh Ganjar Pranowo dan PDIP pastinya akan berdampak apalagi masyarakat Indonesia hampir semua menggemari sepak bola, “ kata Sarman.
Selain itu, Sarman menjelaskan jika melihat survei JJI maka ini menjadi peluang Golkar dan Airlangga untuk mendapatkan hati masyarakat, pasalnya,
Airlangga sosok sebagai pengganti Jokowi yang membuat sepak bola Indonesia menjadi maju, tak hanya itu, dia berharap Airlangga sosok yang mampu membawa perubahan olahraga khususnya sepak bola Indonesia.
“Saya harap Airlangga bisa meneruskan program Jokowi yang mendukung majunya sepak bola Indonesia.Hal ini membuat Airlangga mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia yang ingin sepak bola maju,” ujarnya.
Menurut dia, batalnya Piala Dunia U 20 di Indonesia karena berbagai macam faktor, diantara salah satunya karena syarat dengan kepentingan politik, maka Airlangga harus bisa membawa sepak bola Indonesia dari kepentingan baik politik dan lainnya.
“Kalau Airlangga jadi presiden, maka Ketua Umum Golkar itu harus mampu membawa sepak bola Indonesia lepas dari kepentingan apapun, demi majunya sepak bola kita,” ucapnya.
Sementara itu, ditempat terpisah, Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin, menilai survei yang dilakukan Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) soal anjloknya Ganjar Pranowo dan PDIP, karena adanya pengaruh dari penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U 20.
“Ya kalau dilihat dari survei JJI suara Ganjar dan PDIP menjadi anjlok dan PDIP hingga dibawah Golkar dan Gerindra karena dampak penolakan Piala Dunia U 20 ,” kata Ujang kepada awak media, Jumat (14/4/2023).
