Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL INTERNASIONAL

Inilah Upaya Azerbaijan Agar Dunia Bebas Ranjau

Kembalinya Pengungsi Internal Dan Pembangunan Berkelanjutan

Ranjau yang disebar tanpa pandang bulu merupakan penghalang utama bagi pemulangan pengungsi internal (IDP) ke daerah-daerah dari mana mereka telah diusir secara paksa. Untuk mengatasi ancaman kemanusiaan tersebut, guna memungkinkan pemulangan pengungsi secara aman, sukarela dan bermartabat, Pemerintah Azerbaijan telah menetapkan pekerjaan ranjau sebagai salah satu prioritas nasionalnya dan juga menetapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nasional khusus tentang penghapusan ranjau. Selain itu, mempromosikan pembentukan SDG global baru tentang penghapusan ranjau untuk kemanusiaan.

Program tentang pengembalian besar (Great Return) wilayah-wilayah Azerbaijan yang telah dibebaskan didukung oleh keputusan Presiden. Hal tersebut mengatur masalah-masalah yang berkaitan dengan pemulangan pengungsi secara aman, sukarela dan bermartabat ke tempat asal mereka.

Program “Great Return” bertujuan untuk memukimkan kembali 34.500 keluarga pada tahap pertama pada tahun 2022-2026.

Tahap pertama akan mencakup keluarga yang tinggal di asrama tua dan keluarga yang tinggal dengan kondisi perumahan buruk lainnya sejak 1990-an. Mereka akan memiliki kesempatan untuk kembali ke lebih dari 80 permukiman di distrik Aghdam, Fuzuli, Gubadly, Jabrail, Kalbajar, Khojavand, Lachin, Shusha dan Zangilan.

Dalam fase pertama, program “Great Return” mencakup pembangunan kembali berbagai fasilitas infrastruktur sosial yakni 7 prasekolah dan lembaga pendidikan umum di distrik Shusha, 29 di distrik Aghdam, 23 di distrik Fuzuli, 21 di distrik Zangilan, 30 di distrik Kalbajar, 21 di distrik Lachin, 16 di distrik Gubadly, 25 di distrik Jabrail, 20 di distrik Khojavand dan 5 di distrik Tartar (pemukiman Sugovushan dan Talish).

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita