Semakin isu strong leader tumbuhkan ekonomi meluas, semakin Prabowo menjulang, semakin Ganjar menurun.
Tetapi, untuk isu kedekatan dengan media, Ganjar nomor satu. Perolehan Ganjar dalam isu kedekatan dengan media sebesar 36.4%, diikuti oleh Prabowo dengan 28.3%, dan Anies dengan 25.1%.
Mengapa Ganjar menjadi nomor tiga, tetapi Prabowo semakin menjulang untuk isu strong leader yang tumbuhkan ekonomi? Argumen yang muncul dalam riset kualitatif mengemuka beberapa hal:
Pertama, petugas partai versus pendiri/ketua umum partai. Istilah petugas partai melemahkan figur Ganjar dihadapan Prabowo yang merupakan pendiri dan ketua umum partai.
Petugas partai tidak mengesankan strong leader, pemimpin yang mandiri, pengendali partai, apalagi pengendali pemerintah/elit negara.
Kedua, rekam jejak kepemimpinan Ganjar di Jawa Tengah. Jika memimpin satu provinsi saja, Jawa Tengah, Ganjar dinilai gagal soal isu kemiskinan, bagaimana memimpin 38 provinsi?
Ketiga, rekam jejak dibandingkan dengan capres lain, Prabowo terkesan pemimpin yang diterima di spektrum politik yang lebih luas, untuk kuat memulai kebangkitan ekonomi.
Jika Ganjar di garis Nasionalis, Anies di kubu politik Islam, Prabowo berada di poros tengah. Posisi politik ini memudahkan Prabowo membangun kerjasama dengan spektrum politik yang lebih luas.
Keempat, rekam jejak cita-cita Prabowo soal ekonomi Indonesia menjadi macan asia sudah dikenal luas sejak pilpres 2014, 9 tahun yang lalu.
Prabowo dianggap sudah lebih lama dan intens tenggelam dalam cita cita membangkitkan ekonomi Indonesia untuk lebih menonjol di tingkat dunia.
Kelima, rekam jejak sejak pilpres sebelumnya (2014), prabowo sudah dikenal mempopulerkan mengangkat ekonomi rakyat.
Jenis ekonomi yang mewarnai pemikiran Prabowo dikenal lebih berwarna kerakyatan, ekonomi yang banyak perhatian kepada mereka yang tertinggal.
Keenam, rekam jejak ekonomi Anies di Jakarta belum diketahui secara luas oleh pemilih Indonesia. Ini yang membuat Anies Baswedan belum menonjol soal ekonomi.
Bagian 2: Pertarungan Teritori di lima provinsi terbesar (57.6% populasi)
Lima provinsi terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Banten. Jumlah pemilih di lima provinsi terbesar ini populasinya mencapai 57.6% dari populasi nasional.
Jawa Barat, saat ini yang unggul adalah Prabowo dengan perolehan 29%, diikuti Anies dengan perolehan 26.3%, dan Ganjar dengan 15%.
Jawa Timur, saat ini yang unggul adalah Ganjar dengan perolehan 35.3%, diikuti oleh Prabowo dengan perolehan 20.2%, dan Anies dengan perolehan 8.2%.
Jawa Tengah, saat ini yang teratas adalah Ganjar dengan perolehan 55.2%, diikuti Prabowo dengan perolehan 20.4%, dan Anies dengan perolehan 4.3%.
Sumatera Utara, saat ini yang menang adalah Prabowo dengan perolehan 50,0%, diikuti oleh Anies dengan perolehan 32.6%, dan Ganjar dengan perolehan 16.2%.
Banten, yang merupakan provinsi terbesar kelima, saat ini unggul Prabowo dengan perolehan 48.2% diikuti oleh Anies dengan perolehan 17.5%, dan Ganjar dengan perolehan 17.5%.
Prabowo menang di 3 provinsi terbesar (Jawa Barat, Sumut, Banten) Ganjar menang di 2 provinsi terbesar (Jawa Tengah dan Jawa Timur).
Teritori Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi lumbung suara Ganjar. Di dua provinsi ini Ganjar mendapatkan dukungan terbesar.
Namun dominasi Ganjar di Jawa Tengah dan Jawa Timur bisa tergerus. Ini akan terjadi jika di dua provinsi terbesar itu menjadi pertarungan relawan jokowi pro prabowo vs relawan jokowi pro Ganjar.
Bagian 3: Pertarungan di pendukung Partai
