Hasil temuan survei sebanyak 84,6 persen pelaku usaha optimis tehadap kondisi ekonomi nasional, dan global akan berdampak positif bagi usaha mereka. Dan sebanyaj 10,7 persen pelaku usaha pesimis usahanya akan maju dan lancar
“Sedangkan sebanyak 4,7 persen pelaku usaha tidak memberi jawaban” ujar Dandy dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (16/6/23) malam.
Dandy akui, dari hasil penelitian terhadap 2.200 pelaku usaha di seluruh Indonesia terdapat 87,2 persen pelaku usaha di Indonesia puas terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi dalam mendukung pelaku usaha disaat terpuruk covid-19.
Kepuasan itu dalam merespon dampak pandemi Covid-19, dimana pemerintah secara persisten telah mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional melalui beragam kebijakan extraordinary, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.apalagi sejak PPKM dicabut oleh pemerintah sektor usaha mulai tampak pada berbagai sektor, dimana makin pulihnya perekonomian nasional yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup tinggi. Sehingga membawa dampak bangkitnya usaha para pelaku usaha. Sedangkan sebanyak 6,2 persen tidak puas terhadap kebijakan pemerintah dalam merespon dampak pandemi Covid-19 dalam upaya memulihkan ekonomi nasional, dan sebanyak 4,6 persen tidak menjawab” papar Dandy.
Lebih lanjut, Dandy menyebut, pemerintah mengupayakan peningkatan ekonomi nasional, dengan cara mendorong pemanfaatan teknologi digital yang sedang berkembang
Seberapa besar pengaruh kebijakan dilakukan pemerintah terhadap para pelaku usahaDari hasil penelitian terhadap 2.200 pelaku usaha, didapati baru 44,2 persen pelaku usaha manfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.
Lalu, sebanyak 44,1 persen belum memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya dan sebanyak 11,7 persen tidak menjawab.
Lalu, sosok Presiden yang diinginkan pelaku usaha Indonesia adalah presiden memiliki pengalaman menangani perekonomian nasional, bahkan sudah teruji dalam mengatasi krisis ekonomi oleh sebanyak 88,6 persen
Kemudian, 11,4 persen menginginkan sosok yang merakyat dan populer . Tak hanya itu, hasil survei juga menemukan mayoritas pelaku usaha atau 60,1 persen di pilpres 2024 akan menjadikan figur pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) sebagai alasan utama dalam memilih capres dan wapres.
Sedangkan 23,2 persen responden hanya menjadikan figur capres sebagai alasan utama dalam memilih. Sedangkan sebanyak 16,7 persen tidak menjawab .
Hasil survei juga menemukan, jika pemilihan presiden digelar hari maka nama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto paling banyak dipilih oleh pelaku usaha Indonesia.
Dimana Airlangga Hartarto dipilih oleh sebanyak 33,9 persen pelaku usaha. Hal ini menunjukan kebijakan Airlangga Hartarto itu sangat terasa oleh para pelaku usaha di Indonesia.
Bahkan dalam memulihkan ekonomi sejumlah pelaku usaha Indonesia dan Pelaku usaha memberikan penilaian bahwa Airlangga yang ditugasi oleh Jokowi sebagai menko perekonomian , dinilai oleh persen Pelaku Usaha benar benar punya pengalaman dan mampu mengelola perekonomian baik dalam keadaan normal dan krisis ekonomi , yang mampu mengelola mengatasi konflik konflik politik untuk melahirkan kebijakan bagi keberlangsungan dunia usaha dan lapangan kerja , misalnya dengan lahirnya UU Cipta kerja 2021
Diurutan kedua tokoh yang jadi pilihan pelaku usaha adalah Prabowo Subianto sebesae 27,4 persen. Hal ini disebabkan pelaku usaha menilai Prabowo Subianto memiliki visi perekonomian yang berpihak pada pelaku usaha kecil menengah dan dinilai dia juga pelaku usaha yang mengerti pengembangan dunia usaha.
Kemudian disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dipilih oleh 14,3 persen pelaku usaha.
