” Sebanyak 67,9 persen kaum perempuan tidak mempermasalahkan Presiden tidak berkeluarga atau punya istri atau suami dan sebanyak 32,1 persen kaum perempuan menyatakan Presiden harus punya istri atau suami, sedangkan sebanyak 1 persen tidak menjawab,” ungkapnya.
Hasil Simulasi nama -nama tokoh bakal capres yang disodorkan pada 2200 Kaum perempuan yang berdomisili di 34 Provinsi di Indonesia ketika di minta untuk memilih tokoh mana yang akan dipilih jika pilpres digelar hari ini hasilnya nama Airlangga Hartarto paling tinggi tingkat leterpilihannya oleh kaum Perempuan dimana sebanyak 37,9 persen memilih Airlangga Hartarto sebagai Presiden penerus Jokowi kemudian disusul oleh Prabowo sebanyak 20,8 persen , diurutan ketiga Ganjar Pranowo dipilih sebanyak 10,8 persen kaum perempuan, dan sebanyak 6,8 persen kaum perempuan memilih Anies Baswedan dan selebihnya memilih tokoh lainnya, dan sebanyak 23,7 persen tidak menjawab.
“Golkar 21,1 persen, PDIP 18,3 persen, Gerindra 17,9 persen, Demokrat 12,8 persen, PKB 5,3 persen, PKS 4,9 persen,Nasdem 4,3 persen Perindo 4,1 persen, PPP 2,9 persen, PAN 2,2 persen dan parpol lain digabungkan sebanyak 4,8 persen dan sisanya tidak memilih sebanyak 1,4 persen,”bebernya.
Menanggapi hasil survei Warna Institute, terkait Pilihan Politik kaum Perempuan pada pemilu 2024 yang lebih memilih dukungan kepada Airlangga Hartarto, Dr. Fajri Muharja. Pengamat Ekonomi Politik Universitas Andalas mengatakan itu merupakan langkah positif bagi Airlangga Hartarto maju sebagai Capres 2024.
Fajri Muharja juga menyebutkan pemilih kaum perempuan yang saat ini mendukung Airlangga Hartarto sebagai presiden karena bukti kerja nyata dan posisi Ketum Golkar itu sebagai Menkoperekonomian yang bersinggungan langsung dengan kaum perempuan.
“Pemilih kaum perempuan yang dukung Airlangga Hartarto sebagai presiden, karena adanya bukti kerja nyata beliau sebagai Menkoperekonomian yang langsung dengan kaum perempuan, ini yang menjadi nilai positif bagi Golkar dan Airlangga ,” kata Fajri Muharja kepada awak media, Rabu (28/6/23).
Fajri menyebutkan,pengalaman dalam bidang ekonomi menjadi daya tarik bagi Airlangga untuk mendongkrak ekonominya terhadap masyarakat.
“Pengalaman di bidang ekonomi menjadi daya tarik bagi Airlangga untuk mendongkrak ekonominya masyarakat,” ungkapnya.
Menurut dia,kaum milenial dari perempuan juga harus menjadi perhatian Golkar karena bisa menambah suara Airlangga di Pilpres 2024.
Sebagai capres alternatif, Airlangga pasti bisa menang untuk mengalahkan calon-calon presiden lainnya. Kekuatan Airlangga dalam ekonomi itu menjadi modal sebagai presiden pilihan masyarakat.
“Membangun citra positif dan modal ekonomi sebagai kekuatan Airlangga menang jadi Presiden,” tuturnya.
Sementara itu, sebelumnya, Pengusaha nasional mengharapkan presiden Indonesia berikutnya mampu membawa Indonesia menghadapi ketidakpastian global dan gempuran negara lain, termasuk atas komoditas Indonesia.
Untuk itu, kata Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, presiden harus memahami ekonomi. Hanya saja, dia menilai kemampuan itu tak dimiliki calon-calon presiden yang ada.
“Melihat dari tiga bakal calon diantaranya Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan..
saya lihat sebagian besar bukan orang yang mengerti ekonomi betul,” katanya, dikutip Jumat lalu (18/6/23).@wgs
