Tidak ada perubahan yang signifikan dalam pilihan responden terhadap tokoh kandidat bakal capres dalam simulasi pertanyaan tertutup dengan simulasi 8 nama tokoh yang di pilih jika pilpres digelar hari ini, dimana Tingkat Elektabilitas Prabowo Subianto mencapai 39,8 persen , kemudian Ganjar Pranowo 27,1 persen Anies Baswedan 10,2 persen , Airlangga Hartarto 9,3 persen,Andika Perkasa 5,1 persen , Mahfud MD 3,2 persen , Sandiaga Uno 1,9 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 1,7 persen sementara sebanyak 1,7 persen tidak memilih.
Hasil survei NPC menemukan persepsi publik terkait tingkat kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 84,3 persen.
Direktur Eksekutif NPC mengatakan, kinerja Presiden Jokowi dinilai positif oleh 84,3 persen responden. Rinciannya, 15,1 persen mengatakan sangat puas dan 69,2 persen puas.
Sementara, penilaian negatif oleh responden sebesar 8,6 persen. Terdiri dari kurang puas 7,3 persen dan tidak puas sama sekali 1,3 persen. Sisanya 7,1 persen responden tidak tahu/tidak menjawab.
Dalam survei ini juga didapati persepsi masyarakat tentang Institusi penegak hukum. dimana Kejaksaan Agung dipersepsikan positif memuaskan kinerjanya oleh sebanyak 79,4 persen responden, Polri 77,4 persen Responden, Mahkamah Agung 70,8 persen dan KPK hanya dipersepsikan memuaskan & positif oleh sebanyak 50,7 persen responden
Menanggapi hasil survei NPC, pengamat politik dan juga dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Sultan Ageng Triyasa (UNTIRTA) M Dian Hikmawan mengatakan, hasil survei NPC menjadi bukti bahwa pemilih Prabowo Subianto saat ini masih sangat besar. “Tentu pemilih Prabowo masih sangat besar,” kata M Dian Hikmawan, kepada awak media, Sabtu (8/7/23).
Dian menilai bahwa dukungan PDIP terhadap Ganjar Pranowo tidak serta merta menaikkan elektabilitas Ganjar.
“Dengan kondisi politik hari ini. Resminya Ganjar Pranowo yang di usung oleh PDIP tidak serta merta menaikan elektabilitas beliau, karena Jokowi pada kenyataan nya hari ini membuka dirinya tidak hanya pada Ganjar, tetapi juga pada Prabowo walau tidak secara gamblang, namun secara simbolik itu terlihat dari gestur dan kepentingan jokowi terhadap kelanjutan proyek-proyek yang harus di amankan oleh presiden mendatang,”kata Dian.
Menurut dia jika melihat hasil survei NPC bahwa memang penguatan terhadap elektabilitas Prabowo di karenakan kedekatan beliau dengan Jokowi. Bagaimanapun juga harus di akui bahwasannya Jokowi masih punya pendukung dan loyalis yang sangat besar sehingga dukungan baik langsung atau tidak langsung pasti akan berpengaruh terhadap elektabilitas kandidat.
“Jadi politik hari ini tidak terlepas dari catatan kaki dari Jokowi. Beliau mengamankan dengan setidaknya siapa saja yang menang nanti akan meneruskan juga kerja-kerja beliau. Saya kira survey akan terus dinamis. Dan apabila memang hanya 2 kandidat presiden pada akhirnya itulah yang menjadi tujuan utama Jokowi juga. Mau ,” bebernya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (IAI) Ujang Komaruddin menilai bahwa pertarungan Pilpres 2024 sebagai peluang besar Prabowo Subianto untuk meraih kemenangan, karena masih banyak masyarakat kecil juga lebih memilih Prabowo.
“Ya masyarakat kecil lebih memilih Prabowo, maka di pertarungan Pilpres 2024 menjadi peluang besar Prabowo untuk menang sebagai capres,” kata Ujang kepada wartawan Sabtu (10/7/23).
Ujang mengatakan,pendukung Jokowi pada 2019 lebih memilih dukung Prabowo karena merasa nyaman dengan Prabowo ketimbang kandidat capres lainnya.
