Usai meresmikan, Gubernur Khofifah juga meninjau langsung beberapa ruangan yang ada di RSHA Dompet Dhuafa. Serta turut menyapa pasien yang ada di dalamnya. Beberapa layanan yang ada di rumah sakit ini antara lain IGD, rawat inap, kamar operasi, laboratorium, radiologi, farmasi dan fasilitas penunjang lainnya.
Sementara itu, inisiator RS Hasyim Asy’ari Dompet Dhuafa yang juga istri KH. Salahuddin Wahid yakni Nyai Farida Salahuddin Wahid mengatakan bahwa rumah sakit ini merupakan salah satu mimpi alm. KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Inisiasi pendirian RS Hasyim Asy’ari ini muncul saat Gus Sholah berkunjung ke RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Parung, Bogor.
“Meskipun beliau wafat sebelum rumah sakit ini selesai dibangun, kami bersama dengan anak-anak kemudian juga Pak Parni beserta para donatur terus melanjutkan pembangunannya hingga selesai. Banyak yang menjadi mimpi beliau bahkan hingga di akhir hayatnya. Dan alhamdulillah rumah sakit ini telah selesai,” jelaanya.
Pada kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga turut menerima apresiasi khusus dari Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmad Riyadi.
Sebagai informasi, RS Hasyim Asy’ari merupakan rumah sakit ketujuh yang dibangun dari dana umat melalui Dompet Dhuafa. Dan tanah seluas 1 hektar yang menjadi tempat didirikannya rumah sakit ini merupakan wakaf dari keluarga besar KH Hasyim Asy’ari.
Turut hadir, antara lain Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Rahmad Riyadi, Pengasuh Ponpes Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz beserta Nyai Hj. Lelly Lailiyah, Rektor Universitas Hasyim Asy’ari Prof. Dr. H. Haris Supratno, serta jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim. (ari)
