Mantan Kepala Dinas Pajak Bea dan Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto Diperiksa KPK terkait Gratifikasi dan TPPU

- Editor

Jumat, 15 September 2023 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa mantan Kepala Dinas Pajak Bea dan Cukai Yogyakarta Eko Darmanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana gratifikasi dan pencucian uang (TPPU), Jumat (15/09/2023).

“Memang benar sesuai program tim penyidik, hari ini ada program penetapan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerima imbalan, TPPU dikirim ke Dirjen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia,” kata Kepala Departemen Penerangan KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Jumat (15/9).

Tim penyidik ​​menyita sejumlah barang bukti yang diyakini terkait kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbagai kendaraan roda dua dan empat berbagai merek ternama dan mewah, tas merek asing serta dokumen yang diduga terkait dengan barang bukti kasus ini telah ditemukan dan disita,”ucapnya.

Selanjutnya, KPK melarang empat orang bepergian ke luar negeri selama enam bulan hingga Maret 2024.

Mereka adalah Eko Darmanto; Komisaris PT Ardhani Karya Mandiri dan istri Eko Ari Murniyanti Darmanto; Komisaris PT Emerald Perdana Sakti Rika Yunartika; dan Direktur PT Emerald Perdana Sakti Ayu Andhini. Permohonan pemblokiran ke Direktorat Jenderal Migrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ini berlaku selama enam bulan dan dapat diperpanjang satu kali untuk jangka waktu yang sama.

Prosedur hukum ini diawali dengan pemeriksaan laporan harta kekayaan lembaga pengelola negara (LHKPN). KPK menyebut LHKPN Eko masuk kategori pengecualian. Pasalnya, utang Eko cukup besar yakni Rp9.018.740.000.

Berita Terkait

Bertemu Presiden Jokowi, Khofifah dan Rektor Unair Serahkan Konsep untuk Indonesia Maju 2034
Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis
Mantan Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Netizen Tidak Sebar Berita Hoaks Terkait Kasus Vina
Mantan Kapolres Cirebon Kota 2002-2005 Klarifikasi Terkait Tudingan Terhadap Keluarga Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar
Buka Forum Tingkat Tinggi Modal Alam Biru, Dirjen PKRL:  Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis
Laut Bukan Tempat Sampah, KKP Gelar Aksi Bersih di Minahasa
Wamenhan M. Herindra Hadiri Perayaan Festa della Repubblica 2024, Begini Pesannya
Siap Perkuat Kerja Sama Melalui Pelatihan dan Intelijen, BNN RI Terima Kunjungan AFP

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 21:21 WIB

Bertemu Presiden Jokowi, Khofifah dan Rektor Unair Serahkan Konsep untuk Indonesia Maju 2034

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:32 WIB

Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis

Senin, 10 Juni 2024 - 15:41 WIB

Mantan Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Netizen Tidak Sebar Berita Hoaks Terkait Kasus Vina

Minggu, 9 Juni 2024 - 08:35 WIB

Mantan Kapolres Cirebon Kota 2002-2005 Klarifikasi Terkait Tudingan Terhadap Keluarga Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar

Minggu, 9 Juni 2024 - 07:38 WIB

Buka Forum Tingkat Tinggi Modal Alam Biru, Dirjen PKRL:  Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis

Sabtu, 8 Juni 2024 - 17:28 WIB

Laut Bukan Tempat Sampah, KKP Gelar Aksi Bersih di Minahasa

Sabtu, 8 Juni 2024 - 12:34 WIB

Wamenhan M. Herindra Hadiri Perayaan Festa della Repubblica 2024, Begini Pesannya

Sabtu, 8 Juni 2024 - 12:09 WIB

Siap Perkuat Kerja Sama Melalui Pelatihan dan Intelijen, BNN RI Terima Kunjungan AFP

KANAL TERKINI

KANAL KULINER

Tips Konsumsi Mie Instan Tanpa Khawatir kalori

Jumat, 14 Jun 2024 - 10:01 WIB