Beri Kuliah Tamu di UNAIR, Mahfud MD Tekankan Pentingnya Politik Kebangsaan

- Editor

Selasa, 17 Oktober 2023 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Menjelang Pemilihan Umum 2024, para kandidat calon pejabat pemerintahan kerap mengadakan berbagai model kampanye. Tak jarang, pihak-pihak tersebut menggunakan kampus untuk menggaet suara, khususnya generasi milenial. Akan tetapi, benarkah kampus dapat menjadi sarana menarik massa untuk pemilu?

Menteri Koordinator, Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Pro Mohammad Mahfud MD menegaskan bahwa, tidak sepantasnya kampus menjadi wadah untuk kampanye. Akan tetapi, bukan berarti kampus tidak dapat menjadi media edukasi politik.

Kampus, kata dia, dapat menjadi wadah untuk berdialektika persoalan politik kebangsaan. Hal itu ia sampaikan pada kuliah tamu bertajuk Pejuang dan Tantangan Demokrasi yang Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045. Kuliah tamu berlangsung pada Senin (16/10/2023) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak boleh ada kampanye, kuliah politik elektoral atau politik praktis. Tidak ada keberpihakan politik. Jadi, politik kebangsaan itu nilai berbangsa dan bernegara yang baik, termasuk mengajari demokrasi, konstitusi, dan lain-lain,” tegas Prof Mahfud.

Baca Juga :  Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Ideologi dan Politik Kebangsaan

Menurut Prof Mahfud, penting bagi mahasiswa untuk memahami politik kebangsaan. Untuk itu, ia menyampaikan beberapa edukasi politik pada para mahasiswa melalui kuliah tamu tersebut.

Dalam pemaparannya, Prof Mahfud mengatakan, politik memiliki cakupan yang begitu luas termasuk ideologi. Sejak merdeka, Indonesia telah menetapkan ideologinya, yaitu Pancasila yang merupakan ideologi prismatik. “Pancasila ini secara ilmiah disebut dengan ideologi prismatik,” terang Prof Mahfud.

Ideologi prismatik menempatkan Pancasila berada di garis tengah. Pancasila menjadi penengah antara ideologi ekstrem yang bertentangan, seperti ideologi negara sekuler dan negara agama.

“Ideologi prismatik ini adalah ideologi garis tengah dari segala ideologi ekstrem yang bertentangan, seperti ideologi negara sekuler dan negara agama,” paparnya.

Tekankan Persatuan

Lebih lanjut, Prof Mahfud menyebut bahwa penetapan Pancasila sebagai ideologi negara membutuhkan waktu yang begitu panjang. Tak hanya waktu, perdebatan dan diskusi alot juga sempat menjadi hambatan dalam proses penetapan ideologi tersebut.

Baca Juga :  Peneliti UNAIR Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual oleh WIPO

Akan tetapi, adanya kesadaran akan persatuan dan kesatuan menjadikan para tokoh kemerdekaan sepakat. Mereka menyepakati bahwa Pancasila adalah ideologi yang tepat untuk Indonesia yang plural.

“Ideologi ini keputusannya melalui debat penuh retorika hingga akhirnya melalui sistem voting ditetapkan ideologi dan bentuk negara kita. Negara kesatuan dengan bentuk republik,” sebut Prof Mahfud.

Prof Mahfud menegaskan, Pancasila telah menjadi ideologi negara sejak lama. Dengan demikian, konsekuensinya adalah Indonesia menganut prinsip-prinsip kesatuan dalam keberagaman. Termasuk juga prinsip demokrasi yang memberikan kesempatan dan kebebasan rakyat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Pada prinsipnya adalah kita membangun negara dengan prinsip persatuan, pluralisme, toleransi, demokrasi, nomokrasi, dan anti kekerasan,” lugas mantan Ketua MK ini. (ari)

Foto : Menko Polhukam RI, Prof Mahfud MD saat memberi kuliah tamu di Aula Garuda Mukti, Kampus Merr-C UNAIR

Berita Terkait

Masuki Tahap Kedua Penyaluran Belanja Hibah Pelaku Usaha Mikro, Dinkop UMTK Gelar Sosialisasi
Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit
Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama
Peternak di Ponorogo Ini Tak Menyangka Dua Sapinya Dibeli Presiden Indonesia untuk Qurban
Gebrakan Dewan Kesenian Ponorogo, Bentuk Ekosistem Budaya Berbasis Research
Ajak Keliling Ratusan Anak Yatim, Mbak Cicha: Supaya Mereka Termotivasi Kejar Cita-Cita
Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya
Ikhtiar Ciptakan SDM Unggul, Bappenas RI Tingkatkan Peran Pendidikan Keagamaan Islam

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:55 WIB

Masuki Tahap Kedua Penyaluran Belanja Hibah Pelaku Usaha Mikro, Dinkop UMTK Gelar Sosialisasi

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:48 WIB

Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit

Minggu, 16 Juni 2024 - 05:26 WIB

Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:01 WIB

Gebrakan Dewan Kesenian Ponorogo, Bentuk Ekosistem Budaya Berbasis Research

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:00 WIB

Ajak Keliling Ratusan Anak Yatim, Mbak Cicha: Supaya Mereka Termotivasi Kejar Cita-Cita

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:20 WIB

Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:45 WIB

Ikhtiar Ciptakan SDM Unggul, Bappenas RI Tingkatkan Peran Pendidikan Keagamaan Islam

Sabtu, 15 Juni 2024 - 00:02 WIB

Distribusikan 376 Sapi Kurban, PDIP Jatim: Idul Adha Momentum Perkuat Gerakan Bantu Rakyat

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Minggu, 16 Jun 2024 - 05:26 WIB

KANAL HEALTH

Peneliti UNAIR Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual oleh WIPO

Sabtu, 15 Jun 2024 - 23:01 WIB