Akui Belajar Ilmu Gaib, Seorang Ibu Tega Siksa Putrinya

Editor : ANOM - Senin, 22 Januari 2024 - 17:58 WIB

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Akibat setelah belajar ilmu gaib, seorang ibu berinisial ACA (26), warga Surabaya tega menganiaya GEL, anaknya sendiri yang masih berusia 9 tahun.

Dari keterangan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono kekerasan fisik dialami GEL sejak umur 7 tahun. Kini GEL dititipkan di Dinas Sosial (Dinsos).

“Korban dirawat selama kurang lebih enam bulan untuk pemulihan, lalu pelaku mengambil korban,” ujar Hendro di Mapolrestabes, Senin (22/1/2024).

Saat dibawa pulang itulah, pelaku kembali melakukan kekerasan kepada korban. Kekerasan yang dilakukan pelaku seperti menyiram korban dengan air panas hingga kulitnya melepuh, memukul korban, kemudian menghancurkan gigi korban menggunakan tang, pelaku juga mengikat korban. 

Baca Juga :  Tol Jogjakarta-Lumajang akan Lewati 8 Kecamatan di Kabupaten Pacitan

“Korban disuruh minum air mendidih, dan disiram air mendidih, korban mengalami luka pada punggung dan bibir, ini cukup memprihatinkan,” ungkapnya.

Lebih parahnya, korban mengaku dirinya nakal sehingga dia tidak masalah mendapatkan penyiksaan dari ibunya. “Putrinya ini didik sangat keras, seakan-akan putrinya melakukan kesalahan,” terang Hendro.

Hendro menyebut, pelaku melakukan penyiksaan kepada korban karena motif menjalankan praktik ilmu gaib. Namun, Hendro belum bisa menjelaskan detail ilmu seperti apa yang dijalankan pelaku. “(Motif) masalah mistis, ilmu gaib,” ujar Hendro.

Sementara, pelaku sendiri mengaku gelap mata saat melakukan penyiksaan kepada anaknya sendiri. Namun ACA mengaku ilmu gaib yang ia pelajari tidak ada amalan untuk menyiksa anak.

Baca Juga :  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jatim Dukung Khofifah untuk Maju Pilgub 2024

“Gak ada (amalan dalam ilmu gaib yang dipelajari untuk menyiksa anak), cuma kalau saya marah itu saya gelap mata,” ujar ACA.

Atas perbuatannya ini, pelaku disangkakan dengan Pasal 44 ayat (2) UU RI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT dan atau Pasal 80 ayat (2) dan (4) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan ke dua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak. **

Reporter: Ady_kanalindonesia.com

Share :

Baca Juga

KANAL HUKUM

BNNP Jateng Amankan Mahasiswa Pengedar Narkoba

KANAL GRESIK

Pastikan Penghitungan Suara di Tingkat PPK Aman, Kapolres Gresik Sambang Lokasi di Sejumlah Wilayah

KANAL JATIM

Khofifah Apresiasi Peran Aktif Bank Indonesia Kembangkan OPOP dan Industri Halal Jawa Timur

KANAL NGAWI

Bus Sugeng Rahayu Tabrak Mobil di Ngawi Hingga Terseret 50 Meter dan Terjun ke Sawah

KANAL JATIM

YPTA Surabaya Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penyelamatan Kebakaran

KANAL MILITER

Koops Udara I Gelar Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah/2024 Masehi
SJ dan SY usai menjalani pemeriksaan dan sedang digelandang ke rumah tahanan kelas IIB Ponorogo. (foto: Imam Mustajab)

KANAL JATIM

Penahanan Dua Tersangka Pungli Sawoo Diperpanjang, Kejari Ponorogo Lengkapi Berkas

KANAL PACITAN

Kaur Desa Bodag Pacitan Diringkus Tipikor Polres Pacitan