Banjir Kota Palangkaraya, Lima Warga Tenggelam

- Editor

Kamis, 14 Maret 2024 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Palangkaraya, Rabu (13/3). FOTO: BPBD Kota Palangkaraya

Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Palangkaraya, Rabu (13/3). FOTO: BPBD Kota Palangkaraya

PALANGKARAYA, KANALINDONESIA.COM:  Banjir yang terjadi di wilayah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyebabkan lima orang warga tenggelam. Keempat warga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sedangkan satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Balap Sipet melaporkan peristiwa tenggelamnya kelima korban ini terjadi pada rentang waktu dan lokasi yang berbeda.

“Sampai hari ini ada lima warga tenggelam. Empat warga sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian oleh tim gabungan di Sungai Kahayan,” jelas Balap, Kamis (14/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antara kelima korban tersebut, dua di antaranya adalah anak-anak yang diduga tenggelam ketika bermain air pada saat air pasang. Bahkan satu korban yang masih dalam pencarian ini adalah satu dari sepuluh anak yang tenggelam saat bermain air. Sembilan anak berhasil diselamatkan, namun satu anak dinyatakan hilang diduga hanyut di Sungai Kahayan.

“Satu yang masih dalam pencarian ini sebenarnya dari 10 anak yang sedang bermain air saat pasang. Sembilan ditemukan namun yang satu ini diduga hanyut dan sekarang dalam pencarian,” ungkap Balap.

Banjir Sudah Tiga Minggu

Bencana banjir yang terjadi di Kota Palangkaraya menurut keterangan Balap sudah terjadi sejak tiga minggu yang lalu. Dua kelurahan Sebaru dan Banturung menjadi wilayah yang pertama kali terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan intensitas tinggi disertai petir dan angin kencang.

Kelurahan Sebaru dan Banturung terendam banjir selama hampir dua minggu lamanya. Namun kondisi sekarang ini sudah terpantau surut. Lokasi kedua kelurahan ini juga berada di dataran yang lebih tinggi.

“Ada dua kelurahan Sebaru dan Banturung yang mengalami penurunan tinggi muka air. Kelurahan ini ada di dataran tinggi, sehingga genangan sudah berangsur surut. Hampir dua minggu terendam dan saat ini sudah surut total,” kata Balap.

Banjir di wilayah lain kemudian terjadi pada Sabtu (9/3) dan masih terjadi hingga hari ini. Balap melaporkan hingga saat ini masih ada 16 kelurahan yang terendam banjir. Ke-16 kelurahan ini berada di bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan yang meluap karena limpasan debit air dari wilayah hulu yang berada di Kabupaten Gunungmas.

“Masih ada 16 kelurahan yang terendam ada di bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan. Saat ini masih terendam namun sudah penurunan tinggi muka air 5 sentimeter,” ungkap Balap.

Adapun menurut hasil kaji cepat sebelumnya, wilayah yang terdampak banjir di Kota Palangkaraya meliputi 20 kelurahan di empat kecamatan. Sebanyak 6.333 KK atau 20.379 jiwa terdampak banjir. Data ini kemudian bertambah menjadi 6.954 KK atau 23.310 jiwa yang terdampak per hari ini, Kamis (14/3).

Sementara itu warga yang mengungsi ada sebanyak 239 KK atau 644 jiwa yang terbagi di tujuh titik lokasi. Warga pengungsi ini pada pagi hari akan kembali ke rumah masing-masing dan bekerja, namun ketika malam hari dan waktu makan akan kembali ke pengungsian.

Guna memenuhi pasokan permakanan, BPBD Kota Palangkaraya bersama lintas unsur forkopimda mendirikan tiga posko dapur umum. Posko ini menyuplai permakanan bagi warga terdampak maupun untuk para petugas yang bekerja dalam penanganan bencana mulai pagi, siang, hingga malam hari.

Waspada Luapan Sungai dan Pengawasan Orang Tua

Menurut prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga Sabtu (16/3), wilayah Kota Palangkaraya akan mengalami kondisi cuaca berawan dan cerah berawan. Hal ini tentunya diharapkan dapat segera mengurangi tingkat elevasi sungai dan genangan banjir dapat segera turun.

Kendati demikian, masyarakat tetap diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk potensi meluapnya kembali Sungai Kahayan, Sungai Sabangau dan Sungai Rungan, akibat kiriman air dari wilayah hulu yang berada di Kabupaten Gunungmas.

Masyarakat khususnya orang tua juga diimbau agar selalu mengawasi anak-anaknya untuk tidak bermain air maupun mandi di sungai selama banjir masih merendam kawasan permukiman. Beberapa kejadian jatuhnya korban jiwa adalah dari minimnya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya. Sehingga hal ini harus menjadi catatan penting yang harus disikapi.

Masyarakat bersama pemerintah daerah juga diharapkan dapat bersinergi untuk mengurangi dampak potensi risiko bencana di kemudian hari. Di samping itu, monitoring dan evaluasi serta memperbarui perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG sangat direkomendasikan untuk terus diikuti.

Berita Terkait

Melalui PKN, BPSDMD Dukung Seleksi Pengisian Jabatan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel
Sungai Tepuai dan Sungai Embau Meluap, Rendam Rumah Warga Kapuas Hulu
Banjir Ketapang Surut, BPBD Tetap Siaga Bencana Susulan
Di Hadapan Warga Kalimantan, Ganjar Tegaskan Akan Lanjutkan Pembangunan IKN
Ganjar Beber Strategi Stabilkan Harga Bahan Pokok Saat Kunjungi Pasar Baru Balikpapan
Presiden Jokowi Apresiasi Optimisme HMI dan KOHATI untuk Masa Depan Indonesia
Awali Pagi di IKN, Presiden Nikmati Teh Hangat bersama Para Menteri
Presiden Jokowi Groundbreaking Pembangunan PLTS PLN 50 MW di IKN Nusantara, Hadirkan 100% Energi Bersih

Berita Terkait

Kamis, 4 April 2024 - 15:17 WIB

Melalui PKN, BPSDMD Dukung Seleksi Pengisian Jabatan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel

Kamis, 14 Maret 2024 - 21:37 WIB

Banjir Kota Palangkaraya, Lima Warga Tenggelam

Jumat, 5 Januari 2024 - 11:35 WIB

Sungai Tepuai dan Sungai Embau Meluap, Rendam Rumah Warga Kapuas Hulu

Sabtu, 9 Desember 2023 - 16:09 WIB

Banjir Ketapang Surut, BPBD Tetap Siaga Bencana Susulan

Kamis, 7 Desember 2023 - 11:08 WIB

Di Hadapan Warga Kalimantan, Ganjar Tegaskan Akan Lanjutkan Pembangunan IKN

Selasa, 5 Desember 2023 - 12:51 WIB

Ganjar Beber Strategi Stabilkan Harga Bahan Pokok Saat Kunjungi Pasar Baru Balikpapan

Sabtu, 25 November 2023 - 13:34 WIB

Presiden Jokowi Apresiasi Optimisme HMI dan KOHATI untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 3 November 2023 - 13:16 WIB

Awali Pagi di IKN, Presiden Nikmati Teh Hangat bersama Para Menteri

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 Apr 2024 - 15:56 WIB