Cegah Glaukoma dengan Skrining Berkala

- Editor

Kamis, 14 Maret 2024 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Ilmu Kesehatan Mata FK Unair, Dr. dr. Yulia Primitasari, Sp M(K)

Pakar Ilmu Kesehatan Mata FK Unair, Dr. dr. Yulia Primitasari, Sp M(K)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Glaukoma merupakan suatu kondisi kerusakan pada syaraf mata yang menyebabkan penyempitan lapang pandangan. Salah satu faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami glaukoma yakni adanya tekanan berlebih pada bola mata.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. dr. Yulia Primitasari, Sp M(K), Pakar Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga pada gelaran Dokter Unair TV dalam menyambut World Glaucoma Week 2024. Selasa, (13/3/2024).

Dr. dr. Yulia menjelaskan, penyakit glaukoma menjadi salah satu penyakit silent killer. Pasalnya, orang yang mengidap glaukoma tidak merasakan dampak negatif secara langsung, namun dampak tersebut akan timbul berangsur-angsur hingga mengalami kerusakan mata pada penderita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada dasarnya lapang pandang itu menghilang dari tepian mata. Hal ini terkadang menjadi luput dalam memeriksa mata. Penyakit glaukoma ini tidak mendadak munculnya bisa jadi sudah mengalami namun tidak terasa hingga menimbulkan kerusakan,” jelasnya kepada Unair News. Kamis, (14/3/2024).

Skrining Berkala

Pakar Ilmu Kesehatan Mata FK UNAIR itu menerangkan, salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan yakni dengan skrining berkala secara ini. Skrining berkala dapat dilakukan pada orang dengan usia diatas 50 tahun. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi lebih awal untuk menghindari keparahan.

Selain itu, orang yang memiliki riwayat penyakit bawaan dari keluarga harus melakukan skrining juga. Riwayat penyakit bawaan ini dapat meningkatkan faktor risiko daripada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.

“Skrining ini merupakan hal penting untuk mencegah glaukoma, karena jika tidak dilakukan skrining berkala secara dini akan menimbulkan kerusakan mata yang parah hingga mengalami kebutaaan permanen,” tuturnya.

Pengobatan

Meskipun penyakit glaukoma tidak dapat sembuh sepenuhnya, namun glaukoma dapat dilakukan pengobatan untuk mencegah keparahan. Salah satunya, pemberian obat penurun tekanan pada mata. Dengan harapan, obat tersebut bekerja untuk mengembalikan tekanan mata kembali normal.

“Jika pemberian obat ini kurang efektif biasanya kita melakukan pengobatan lanjutan yakni melakukan laser atau pembedahan. Namun sebelum melakukan pengobatan lanjutan harus melihat dari faktor risiko dan komplikasi yang diidap oleh orang dengan glaukoma,” tegasnya.

dr. Yulia menambahkan, orang dengan penyakit glaukoma ini harus patuh dan rajin mengkonsumsi obat yang dianjurkan. Sangat disayangkan apabila pasien harus melakukan tindakan pembedahan jika tidak rutin untuk mengkonsumsi obat.

“Lakukan pemeriksaan berkala jika telah mengalami gejala yang tidak nyaman di mata serta jangan remehkan gejala-gejala kecil yang terjadi. Skriring berkala akan menurunkan faktor risiko keparahan dari glaukoma dan mewujudkan Indonesia Bebas Glaukoma,” tutup Yulia. (ari)

Berita Terkait

Kamisan, Yastroki Bahas Terapi Oksigen Hiperbarik dan Pengaruhnya pada Pasien Stroke
Simak Bahaya Konsumsi Makanan Berlemak secara Berlebihan saat Lebaran
Implementasikan Transformasi Digital Canggih, RS Islam Aminah Raih Penghargaan Bintang Tiga
Libur Lebaran 2024, BPJS Kesehatan Surabaya Maksimalkan Layanan Aplikasi JKN
Peneliti UNAIR Wakili Indonesia dalam Konferensi Internasional, Promosikan Jamu di India
RSUD R.T Notopuro Sidoarjo Jadi Hospital base, Tempat Pendidikan Para Dokter Spesialis
Libur Nyepi dan Awal Puasa, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Ribuan Tempat Duduk
Besok Hari Terakhir Sub PIN Polio Putaran Kedua, Khofifah Imbau Orang Tua Segera Lengkapi Imunisasi Anak dengan Datangi Yankes Terdekat-kanalindonesia

Berita Terkait

Kamis, 4 April 2024 - 17:34 WIB

Kamisan, Yastroki Bahas Terapi Oksigen Hiperbarik dan Pengaruhnya pada Pasien Stroke

Kamis, 4 April 2024 - 10:22 WIB

Simak Bahaya Konsumsi Makanan Berlemak secara Berlebihan saat Lebaran

Selasa, 26 Maret 2024 - 04:23 WIB

Implementasikan Transformasi Digital Canggih, RS Islam Aminah Raih Penghargaan Bintang Tiga

Rabu, 20 Maret 2024 - 16:16 WIB

Libur Lebaran 2024, BPJS Kesehatan Surabaya Maksimalkan Layanan Aplikasi JKN

Jumat, 15 Maret 2024 - 13:07 WIB

Peneliti UNAIR Wakili Indonesia dalam Konferensi Internasional, Promosikan Jamu di India

Kamis, 14 Maret 2024 - 16:10 WIB

Cegah Glaukoma dengan Skrining Berkala

Minggu, 10 Maret 2024 - 22:23 WIB

RSUD R.T Notopuro Sidoarjo Jadi Hospital base, Tempat Pendidikan Para Dokter Spesialis

Sabtu, 9 Maret 2024 - 13:05 WIB

Libur Nyepi dan Awal Puasa, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Ribuan Tempat Duduk

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 Apr 2024 - 15:56 WIB

KANAL VIDEO

VIDEO-Gunung Ruang Meletus, 828 Warga Dievakuasi

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:35 WIB