Guru Besar Unair Tanggapi Turunnya Angka Pernikahan di Indonesia

- Editor

Jumat, 15 Maret 2024 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi

Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Pernikahan menjadi lembaran hidup yang baru bagi manusia. Konon katanya memiliki pasangan akan menjadikan petualangan hidup semakin berwarna. Tapi siapa sangka jika angka pernikahan di Indonesia semakin menurun, utamanya dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 angka pernikahan di Indonesia semakin mengalami penurunan. Terdapat beberapa daerah mengalami fenomena yang sama. DKI Jakarta misalnya, mengalami penurunan mencapai angka 4.000. Sementara Jawa Barat mengalami penurunan pernikahan sebanyak 29.000. Kondisi serupa terjadi di Jawa Tengah dengan penurunan sebanyak 21.000 dan Jawa Timur sekitar 13.000.

Data dari BPS menyebutkan pada 2023 jumlah pernikahan di Indonesia sebanyak 1.577.255. Angka ini ternyata menurun sebanyak 128.000 jika dibandingkan dengan tahun 2022. Sementara jika dalam satu dekade terakhir angka pernikahan di Indonesia menurun sebanyak 28,63 persen.

Penyebab Menurunnya Angka Pernikahan

Fenomena ini cukup menyita perhatian masyarakat, tak terkecuali Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR). Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi mengatakan bahwa, penyebab dari fenomena ini adalah semakin terbukanya peluang perempuan untuk mengembangkan potensi diri.

“Angka pernikahan turun karena kesempatan perempuan untuk sekolah dan bekerja semakin terbuka lebar. Di samping itu ketergantungan perempuan juga menurun,” sebutnya. Jumat, (15/3/2024).

Tak hanya itu saja, keberadaan laki-laki dengan kondisi ekonomi mapan yang jumlahnya tidak banyak menjadi salah satu penyebab lainnya.

“Keberadaan laki-laki mapan juga makin berkurang karena sekarang mencari pekerjaan semakin sulit,” urai Prof Bagong.

Baca Juga :  Ya Allah... Diknas Jatim Tak Mau Tanggung Jawab Membayar BPJS GTT dan PNPNSD

Fenomena yang Wajar

Menurut Guru Besar Sosiologi, fenomena seperti ini wajar bila terjadi.

“Fenomena ini hal yang wajar, konsekuensi yang tidak terhindarkan,” tambah Prof Bagong.

Lebih lanjut, penurunan angka pernikahan jika terjadi dalam jangka waktu yang lama tak menutup kemungkinan akan menurunkan angka kelahiran. Meski demikian tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dalam hal ini.

“Menurunnya angka pernikahan itu wajar. Tidak ada yang harus diperbaiki. Tapi yang penting memastikan hal ini berdampak positif untuk memberdayakan perempuan dan masyarakat,” tandasnya.

Prof Bagong juga berharap bahwa, fenomena ini dapat memberikan dampak yang baik kepada masyarakat.

“Menurunnya angka pernikahan harus beriringan dengan meningkatnya modal sosial masyarakat,” tutup Prof Bagong. (ari)

Berita Terkait

Ya Allah… Diknas Jatim Tak Mau Tanggung Jawab Membayar BPJS GTT dan PNPNSD
Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban
20 Peserta Seleksi Komisioner KPU Ponorogo Dinyatakan Lolos, Ini Tahapan Selanjutnya
Kapolres Kediri Apresiasi Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2024 Berjalan Lancar
Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo
Puluhan Peserta Mudik Balik Gratis Diberangkatkan, Bupati Ponorogo: Masih ada 3 Bus
Hasil Temuan Mamin Kadaluarsa di Jombang Dibawa BPOM, PJ Bupati Tegaskan Bakal Ditindaklanjuti
Frekuensi KA bertambah, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Pengawasan masa Angkutan Lebaran

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 18:16 WIB

Ya Allah… Diknas Jatim Tak Mau Tanggung Jawab Membayar BPJS GTT dan PNPNSD

Rabu, 17 April 2024 - 15:56 WIB

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 April 2024 - 14:30 WIB

20 Peserta Seleksi Komisioner KPU Ponorogo Dinyatakan Lolos, Ini Tahapan Selanjutnya

Rabu, 17 April 2024 - 13:39 WIB

Kapolres Kediri Apresiasi Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2024 Berjalan Lancar

Rabu, 17 April 2024 - 11:31 WIB

Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo

Rabu, 17 April 2024 - 11:31 WIB

Puluhan Peserta Mudik Balik Gratis Diberangkatkan, Bupati Ponorogo: Masih ada 3 Bus

Rabu, 17 April 2024 - 11:14 WIB

Hasil Temuan Mamin Kadaluarsa di Jombang Dibawa BPOM, PJ Bupati Tegaskan Bakal Ditindaklanjuti

Rabu, 17 April 2024 - 10:39 WIB

Frekuensi KA bertambah, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Pengawasan masa Angkutan Lebaran

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 Apr 2024 - 15:56 WIB

KANAL VIDEO

VIDEO-Gunung Ruang Meletus, 828 Warga Dievakuasi

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:35 WIB