Tutup Pesantren Ramadhan Balita Muslimat NU se-Indonesia, Khofifah: Ikhtiar Bangun Karakter Generasi Bangsa Yang Sholih-Sholihah

- Editor

Kamis, 28 Maret 2024 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menutup kegiatan Pesantren Ramadhan Balita Se-Indonesia yang digelar Muslimat NU selama bulan Ramadhan, Kamis (28/4/2024).

Penutupan kegiatan Pesantren Ramadhan Balita ini dilakukan secara langsung di kantor PP Muslimat NU dan juga dilakukan secara hybrid yang diikuti oleh Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) serta Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU se Indonesia.

Dalam sambutannya Khofifah menegaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan Balita ini merupakan program rutin yang digelar Muslimat NU setiap bulan Ramadhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah tahun ini kita bisa menyelenggarakan kembali Pesantren Ramadhan Balita. Sekarang yang sudah ikut pesantren balita alhamdulillah sudah bisa shalawat, sudah bisa menghafal surat-surat pendek, dan juga doa-doa. Maka di rumah nanti bersama orang tua nanti semakin dibiasakan, mudah-mudahan anak-anakku menjadi anak yang sholeh sholihah,” kata Khofifah.

Dalam program Pesantren Ramadhan Balita ini, Muslimat NU telah merancang format pembelajaran yang komprehensif dalam bentuk silabus. Dimana dalam satu rangkaian pesantren ramadhan, anak-anak usia dini diajak untuk belajar Islam sesuai usia mereka.

Baca Juga :  Video Mahasiswa Mesum di Surabaya Viral, Masih Diselidiki Pihak Kampus

Mulai dari membiasakan salam, pengenalan Allah sebagai pencipta makhluk, mengenal kalimat thayyibah, menghafal doa sehari-hari, menghafal surat-surat pendek, menghafal hadist-hadist pendek, dan juga mendongeng kisah nabi dan ulama.

Tidak hanya itu, para peserta Pesantren Ramadhan Balita Muslimat NU ini juga diajak untuk mengasah kreativitas bernafaskan Islam. Seperti mewarnai kaligrafi dan masjid, membuat amplop lebaran, menempel dan menyusun gambar, bermain air dan warna, dan beraneka ragam kegiatan yang mengasah motorik halus dan motorik kasar anak.

“Jadi pembelajaran dalam Pesantren Ramadhan Balita ini dikemas dalam metode ajar yang fun, menarik tapi sarat penyampaian makna serta nilai. Para bunda-bunda pengajar juga menggunakan bahan ajar yang menarik agar anak merasa enjoy belajar Islam,” tegas Khofifah yang juga Ketua PBNU ini.

Pihaknya berharap dan opmitis bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan Balita yang dilangsungkan dalam delapan hari ini dapat turut membangun karakter anak yang berwawasan Islam. Terlebih karena pendidikan pesantren ramadhan ini dikhususnya untuk balita yang memang sedang pada usia emas (golden age) tumbuh kembang. Sehingga diharapkan nilai-nilai yang ditanamkan bisa semakin kuat mengakar pada anak dan dibiasakan untuk diimplementasikan sehari-hari.

Baca Juga :  Khofifah-Emil Resmi Terima Surat Rekomendasi dari DPW PPP untuk Diusung dalam Pilgub Jatim 2024

“Kita boleh sebut masa-masa balita, masa-masa anak usia dini ini masa-masanya golden age. Maka apa ketika yang ditanamkan kuat akan nilai-nilai Islam, membaca Alquran dan hadist, juga sholawat, maka insya allah akan ikut mengantarkan membentuk generasi emas yang sholeh sholihah,” tegas Khofifah.

Ia kemudian menutup kegiatan Pesantren Ramadhan yang secara nasional diikuti ribuan balita ini dengan membaca hamdalah, dan juga mengajak anak-anak untuk membaca Surat Al Ikhlas sebanyak tiga kali. Pasalnya membaca surat Al Ikhlas sebanyak tiga kali sama pahalanya dengan khatam Alquran.

“Untuk Pesantren Ramadhan Balita kita tutup hari ini. Yang di wilayah dan cabang monggo disesuaikan dengan jadwalnya masing-masing. Semoga apa yang kita ikhtiarkan bersama mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” pungkas Khofifah yang juga Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini.

Berita Terkait

SIWO PWI Kediri Siapkan Atlet di Ajang PORWANAS XIV Banjarmasin
Perburuan Koleksi Museum Peradaban Ponorogo Dimulai, Terbaru Fadli Zon Gallery Sudah Dikunjungi, Ini Hasilnya
Jembatan Gantung Penghubung Dua Masjid Bersejarah di Ponorogo Resmi Beroperasi, Simak Pesan Kang Giri
Ratusan Warga Lamongan Ikuti Gowes dan Baksos di Harlah ke-90 GP Ansor
Polsek Wringinanom Bantu Warga ngecor Dak Masjid Baitul Akbar di Sumberame Gresik
Video Mahasiswa Mesum di Surabaya Viral, Masih Diselidiki Pihak Kampus
40 Pendaftar Panwascam Ponorogo Jalani Tes Wawancara, Bakal Diambil Separuh
Tumbuhkan Kreativitas Siswa, UPT SDN 191 Gresik Gelar Latihan Batik Ecoprint

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:20 WIB

SIWO PWI Kediri Siapkan Atlet di Ajang PORWANAS XIV Banjarmasin

Minggu, 19 Mei 2024 - 20:37 WIB

Perburuan Koleksi Museum Peradaban Ponorogo Dimulai, Terbaru Fadli Zon Gallery Sudah Dikunjungi, Ini Hasilnya

Minggu, 19 Mei 2024 - 17:53 WIB

Jembatan Gantung Penghubung Dua Masjid Bersejarah di Ponorogo Resmi Beroperasi, Simak Pesan Kang Giri

Minggu, 19 Mei 2024 - 17:27 WIB

Ratusan Warga Lamongan Ikuti Gowes dan Baksos di Harlah ke-90 GP Ansor

Minggu, 19 Mei 2024 - 15:31 WIB

Polsek Wringinanom Bantu Warga ngecor Dak Masjid Baitul Akbar di Sumberame Gresik

Minggu, 19 Mei 2024 - 10:10 WIB

Video Mahasiswa Mesum di Surabaya Viral, Masih Diselidiki Pihak Kampus

Minggu, 19 Mei 2024 - 07:40 WIB

40 Pendaftar Panwascam Ponorogo Jalani Tes Wawancara, Bakal Diambil Separuh

Minggu, 19 Mei 2024 - 03:08 WIB

Tumbuhkan Kreativitas Siswa, UPT SDN 191 Gresik Gelar Latihan Batik Ecoprint

KANAL TERKINI

KANAL KEDIRI

SIWO PWI Kediri Siapkan Atlet di Ajang PORWANAS XIV Banjarmasin

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:20 WIB