Paradigma Transformasi: Pelayanan Kesehatan Berpusat pada Individu

- Editor

Sabtu, 20 April 2024 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh. Dr. H. Ahyar Wahyudi, S.Kep.Ns., M.Kep., FIHFAA, FISQua, FRSPH

Dalam dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang, konsep Perawatan Berpusat pada Individu (PCC) menawarkan suatu revolusi mendalam. Pendekatan ini tidak hanya sekadar merubah metode perawatan tetapi juga fundamental dalam memahami pasien sebagai subjek aktif yang memiliki suara, keinginan, dan kebutuhan unik yang harus diperhatikan.

Pendekatan PCC memperkuat hubungan interpersonal antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, sebagaimana ditonjolkan oleh Yu et al. (2023) yang menemukan bahwa PCC tidak hanya meningkatkan hasil kesehatan fisik dan mental pasien tetapi juga efektivitas biaya perawatan kesehatan dengan meminimalisir tindakan yang tidak perlu. Penelitian ini mendukung gagasan bahwa PCC dapat memperbaiki kualitas layanan kesehatan melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan responsif terhadap kebutuhan individual pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pendekatan ini juga menemui hambatan signifikan, khususnya dalam implementasinya. Menurut Bertakis dan Azari (2009), seringkali ada kurangnya pelatihan dan kepekaan terhadap perbedaan budaya dalam praktik medis, yang membatasi aplikasi PCC yang efektif. Faktor ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk pengembangan kompetensi interkultural di kalangan profesional kesehatan.

Penerapan PCC dalam praktik klinis menuntut perubahan legislatif, organisasi, pendanaan, sistem informasi, pendidikan, dan penelitian untuk mendukung integrasi PCC ke dalam sistem perawatan kesehatan. Menurut Berntsen et al. (2022), desain sistem perawatan kesehatan harus menyertakan PCC sebagai pilihan logis yang diharapkan dan dihargai, mengubah paradigma perawatan dari yang berfokus pada penyakit menjadi berfokus pada individu pasien.

Dalam meningkatkan kualitas layanan, perlu ada refleksi mendalam tentang praktik yang ada dan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas PCC. Hal ini melibatkan pengumpulan umpan balik dari pasien mengenai pengalaman mereka dan bagaimana layanan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efektif. Organisasi perawatan kesehatan harus mengadopsi sistem evaluasi yang tidak hanya berfokus pada hasil klinis tetapi juga pada kepuasan dan pengalaman pasien.

Transformasi paradigma pelayanan kesehatan melalui PCC memberikan peluang untuk tidak hanya memperbaiki hasil kesehatan tetapi juga memperkuat hubungan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan. PCC mendukung pendekatan holistik yang mengakui pasien sebagai individu unik dengan kebutuhan, keinginan, dan nilai yang berbeda. Melalui implementasi efektif, PCC tidak hanya memenuhi tetapi juga melebihi harapan pasien, memperkuat kepercayaan dan kepuasan mereka terhadap sistem kesehatan. Implementasi ini membutuhkan komitmen dari semua level sistem kesehatan untuk memastikan bahwa perawatan kesehatan yang berpusat pada individu menjadi norma, bukan pengecualian.

Penulis adalah Surveior LAFKI

Berita Terkait

In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia
Memperkuat Perekonomian Desa Melalui Bumdes dan Keterlibatan Perguruan Tinggi
Indonesia Tempati Peringkat Teratas Judi Online, Ini Tanggapan Dosen Fisip Unair
Masa Depan Demokrasi Indonesia Pasca Putusan MK
Ahli Bioteknologi Unair Bahas Nutrisi dan Risiko dalam Konsumsi Ikan Teri
Acara Tahlilan: Matinya Demokrasi dan Keadilan Indonesia
Sosiolog UNAIR Soroti Tradisi Pertunangan Bocah Empat Tahun di Madura
Misi Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:47 WIB

In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:44 WIB

Memperkuat Perekonomian Desa Melalui Bumdes dan Keterlibatan Perguruan Tinggi

Selasa, 30 April 2024 - 17:34 WIB

Indonesia Tempati Peringkat Teratas Judi Online, Ini Tanggapan Dosen Fisip Unair

Senin, 29 April 2024 - 16:56 WIB

Masa Depan Demokrasi Indonesia Pasca Putusan MK

Kamis, 25 April 2024 - 11:29 WIB

Ahli Bioteknologi Unair Bahas Nutrisi dan Risiko dalam Konsumsi Ikan Teri

Kamis, 25 April 2024 - 07:18 WIB

Acara Tahlilan: Matinya Demokrasi dan Keadilan Indonesia

Rabu, 24 April 2024 - 11:23 WIB

Sosiolog UNAIR Soroti Tradisi Pertunangan Bocah Empat Tahun di Madura

Sabtu, 20 April 2024 - 21:50 WIB

Paradigma Transformasi: Pelayanan Kesehatan Berpusat pada Individu

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

KANAL NASIONAL

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB