Ketum PP Muslimat NU Khofifah Dukung Penuh Komitmen PBNU Kawal Pemerintahan Prabowo- Gibran

- Editor

Senin, 29 April 2024 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Ketua PBNU yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam Halal Bi Halal PBNU Bersama Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029 yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di kantor PBNU Jakarta, Minggu (28/4/2024).
 
Acara ini dihadiri oleh Rais Aam Syuriyah PBNU, Ketua Umum PBNU, jajaran pengurus PBNU, perwakilan Duta Besar Negara Sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua Banom NU, Lajnah dan Lembaga serta PWNU se Indonesia . Kegiatan halal bi halal ini begitu guyup dan begitu hangat menyatukan semua elemen dalam keluarga besar NU. 
 
Usai halal bi halal tersebut, Khofifah menegaskan bahwa sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU pihaknya mendukung penuh komitmen PBNU bersama jajaran keluarga besar NU untuk mengawal, membersamai, dan juga mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lima tahun ke depan demi kemaslahatan ummat dan keselamatan bangsa.

Tentunya hal ini dalam semangat dan koridor memastikan agar agenda pemerintah untuk kemaslahatan umat benar-benar terlaksana dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat sampai di tingkat paling bawah.
 
“Sebagai Ketua Umum.PP Muslimat NU, kami mendukung komitmen PB NU untuk mengawal pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran ke depan. NU dalam posisi mengawal agar agenda pemerintahan baik di bidang Pendidikan, Kesehatan, sosial, ekonomi semua bisa terlaksana dengan lancar dan manfaatnya dirasakan hingga masyarakat di tingkatan paling bawah,” tegas Khofifah.
 
Hal ini bukan berkaitan dengan politik praktis , karena NU tidak berpolitik praktis. Ini merupakan politik kebangsaan .Ditegaskan Khofifah bahwa NU memiliki anggota lebih seratus juta orang di Indonesia. Sehingga kemaslahatan masyarakat menjadi hal utama yang harus dikawal bersama.
 
“Kita percaya bahwa sebagai pemimpin bangsa ke depan, Pak Prabowo akan menjadi pemimpin bangsa yang akan mengupayakan sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat. Dan NU siap untuk mengawal itu selama jalannya pemerintah ke depan. Tidak hanya mengawal, tapi juga mendukung agar manfaat maksimal bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. 
 
Sebelumnya, di forum ini, dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa keluarga besar NU dari pengurus pusat sampai ranting siap bekerja untuk mengawal dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Juga :  Luar Biasa !, 12 Desa Wisata Jatim Lolos 100 Besar ADWI 2024, Khofifah: Bukti Desa di Jatim Punya Banyak Daya Tarik dan Potensi

“Dari awal kami di PBNU sudah membuat keputusan bahwa tidak ada peran yang paling tepat bagi NU selain membantu pemerintah. Ini penting untuk memastikan bawah agenda pemerintah untuk kemaslahatan umat bisa terlaksana dengan baik,” tegas Yahya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab yang wajib menyelanggarakan program memajukan bangsa sejatinya adalah pemerintah dan NU tidak memiliki kewajiban untuk itu. Namun karena masyarakat NU begitu banyaknya maka NU merasa wajib membantu pemerintah.

“Untuk itu kami telah mengembangkan model untuk mengawal dan mendukung pemerintah dengan apa yang kami sebut gerakan keluarga maslahat NU. Satgas ini tersendiri ketuanya menag, bukan karena nepotisme tapi supaya praktis saja. Dan satgas ini semuanya terlibat,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden RI terpilih Prabowo Subianto dalam sambutannya berterima kasih dan mengapresiasi statemen dari Ketua Umum PBNU yang menyatakan akan mengawal dan mendukung pemerintah yang akan datang. Menurutnya pernyataan itu sangat luar biasa dan akan semakin menguatkan kinerja pemerintahan ke depan.

Baca Juga :  Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

“Itu merupakan statemen yang luar biasa. Berkali-kali saya mengatakan bahwa saya maju dalam Pilpres 2024, meminta mandat dari rakyat sebagai rasa tanggung jawab saya dan kesadaran saya sebagai warga negara bahwa saya merasa dapat berkontribusi untuk memberi solusi solusi terhadap tuntutan dan tantangan yang dihadapi bangsa,” kata Prabowo.
 
Ia pun mengatakan bahwa ia hanya butuh waktu setengah jam untuk menjawab dan mengiyakan saat ditawari bergabung oleh Presiden Jokowi dalam pemerintahan meski telah berseteru dalam dua kali Pilpres sebelumnya.

“Saya bergabung dengan penuh kesadaran bahwa tantangan bangsa kita sekarang tidak semakin mudah dan sederhana, dengan ajakan pak Jokwoi untuk gabung dengan masuk ke pemerintahan dengan ikut dari dekat pembahasan keputusan keputusan yang diambil pak Jokowi memang saya yakin bahwa tugas pemerintah sebagai penerima kepercayaan rakyat harus benar benar dan sungguh sungguh untuk kepentingan rakyat dan keselamatan rakyat,” tegasnya.

Maka ketika ditanya maju atau tidak dalam Pilpres 2024, saat itu Prabowo menegaskan bahwa ia bersedia maju jika direstui Presiden Jokowi. Karena Prabowo sadar bahwa pemerintahan membutuhkan kontinyuitas.
 
“Alhamdulillah rakyat telah memberikan keputusan dan memberi mandatnya pada Prabowo dan Gibran. Tapi kami hanya tokoh dan tidak mungkin hanya dua orang yang menyelesaikan masalah bangsa. Tapi kami percaya diri dan sadar bahwa kami didukung kekuatan yang sangat besar dan kami butuh itu. Yang mana diantara kekuatan besar itu adalah NU,” pungkas Prabowo.

(Ab)

Berita Terkait

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru
Dikunjungi Jajaran Dynamic Design Korea Selatan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Dukung Pembangunan Pabrik Cetakan Ban di Cirebon
Penyidik KPK Sita Mobil Pajero yang Diduga Disembunyikan Kerabat SYL di Tanah Kosong di Makasar
Presiden Jokowi Tekankan Peran Penting BPKP Kawal Kesinambungan Pembangunan
Panggil Azis Syamsudin, KPK Konfirmasi Terkait Penerimaan Fasilitas dari Petugas Rutan
Catatan HUT ke-51 HNSI: Budaya Makan Ikan Belum Maksimal, Padahal Hasil laut Melimpah
Mantan Kabareskrim Polri Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi Terkait Kasus Vina
Home Industry Pil Psikotropika di Surabaya Digerebek Ditresnarkoba Polda Jatim, Amankan 6,7 Juta Butir dan 9Kg Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:58 WIB

Dikunjungi Jajaran Dynamic Design Korea Selatan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Dukung Pembangunan Pabrik Cetakan Ban di Cirebon

Kamis, 23 Mei 2024 - 08:23 WIB

Penyidik KPK Sita Mobil Pajero yang Diduga Disembunyikan Kerabat SYL di Tanah Kosong di Makasar

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:03 WIB

Presiden Jokowi Tekankan Peran Penting BPKP Kawal Kesinambungan Pembangunan

Rabu, 22 Mei 2024 - 15:14 WIB

Panggil Azis Syamsudin, KPK Konfirmasi Terkait Penerimaan Fasilitas dari Petugas Rutan

Rabu, 22 Mei 2024 - 07:48 WIB

Catatan HUT ke-51 HNSI: Budaya Makan Ikan Belum Maksimal, Padahal Hasil laut Melimpah

Selasa, 21 Mei 2024 - 23:13 WIB

Mantan Kabareskrim Polri Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi Terkait Kasus Vina

Senin, 20 Mei 2024 - 16:31 WIB

Home Industry Pil Psikotropika di Surabaya Digerebek Ditresnarkoba Polda Jatim, Amankan 6,7 Juta Butir dan 9Kg Sabu

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

KANAL NASIONAL

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB