Memperkuat Perekonomian Desa Melalui Bumdes dan Keterlibatan Perguruan Tinggi

- Editor

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andhika Wahyudiono

Andhika Wahyudiono

Oleh: Andhika Wahyudiono

Penulis adalah Dosen UNTAG Banyuwangi

Program kolaborasiantara Kementerian Keuangan dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang ditujukan untuk mengembangkan perekonomian Desa Nglanggeran, Gunungkidul, menjadi perwujudan nyata dari upaya pemerintah dalam memajukan sektor ekonomi di tingkat lokal. Program ini bertujuan untuk memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar mampu berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis, Kementerian Keuangan berharap dapat memberikan pendampingan yang efektif kepada Bumdes, sehingga mereka dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterlibatan Kementerian Keuangan dalam program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur ekonomi di daerah-daerah pedesaan. Desa Nglanggeran dipilih sebagai lokasi program karena potensi ekonominya yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Desa Nglanggeran saja, tetapi juga menjadi model bagi daerah lain yang memiliki karakteristik serupa, untuk melakukan inisiatif serupa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Langkah Kementerian Keuangan untuk melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra dalam program ini merupakan strategi yang cerdas. Dengan melibatkan para ahli dan akademisi, diharapkan pendampingan yang diberikan kepada Bumdes dapat lebih komprehensif dan berorientasi pada pemecahan masalah secara holistik. Selain itu, keterlibatan perguruan tinggi juga dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan akademisi dalam mendukung pembangunan ekonomi di tingkat lokal.

Pendampingan yang akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan selama 6 bulan terhadap Bumdes yang dipilih merupakan investasi jangka pendek yang berpotensi memberikan hasil jangka panjang yang signifikan.

Melalui pendampingan ini, diharapkan Bumdes dapat meningkatkan kapasitasnya dalam mengelola berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari simpan pinjam hingga pengembangan sektor pariwisata. Dengan demikian, Bumdes diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di desa-desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Keterlibatan lembaga lain seperti Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dalam program ini menambah dimensi keberlanjutan dan diversifikasi dalam pengembangan Bumdes. Keberadaan Bumdes yang bergerak di berbagai sektor, seperti simpan pinjam dan pariwisata, memberikan peluang bagi desa-desa untuk mengoptimalkan potensi ekonominya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal. Dengan demikian, program ini tidak hanya memperkuat sektor ekonomi, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang beragam dan inklusif di tingkat desa.

Melalui program ini, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekonomi berbasis lokal dan memberdayakan potensi-potensi ekonomi yang ada di daerah pedesaan. Investasi dalam pembangunan kapasitas Bumdes diharapkan dapat menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta inisiatif-inisiatif ekonomi kreatif. Dengan demikian, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga untuk mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di tingkat desa.

Program kolaborasi antara Kementerian Keuangan, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan perguruan tinggi di Desa Nglanggeran, Gunungkidul, menjadi langkah penting dalam menguatkan perekonomian di pedesaan. Dalam era globalisasi ini, keterlibatan berbagai sektor dalam pengembangan ekonomi lokal menjadi kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, lembagakeuangan, dan lembaga pendidikan, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat desa, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan dan penciptaan lapangan kerja.

Pertama-tama, program ini menegaskan pentingnya peran Bumdes sebagai agen penggerak ekonomi di tingkat desa. Dengan memperkuat kapasitas Bumdes, diharapkan mereka dapat lebih aktif dalam mengembangkan usaha lokal, seperti pertanian, kerajinan, dan pariwisata. Ini akan membantu mengurangi ketergantungan desa terhadap sektor ekonomi tertentu dan menciptakan keragaman ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Keterlibatan perguruan tinggi sebagai mitra dalam program ini juga memiliki nilai strategis yang tinggi. Para akademisi dan peneliti dapat memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan strategi dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Selain itu, mereka juga dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas bagi Bumdes, membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para anggota Bumdes dalam mengelola usaha mereka.

Dari sisi kelembagaan, program ini menggaris bawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ekonomi. Kementerian Keuangan, sebagai lembaga pemerintah yang bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan negara, dapat memberikan dukungan keuangan dan kebijakan yang mendukung pengembangan Bumdes. Di sisi lain, PT SMF sebagai lembaga keuangan memiliki peran dalam memberikan akses modal dan layanan keuangan yang diperlukan oleh Bumdes.

Dampak yang diharapkan dari program ini tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan. Dengan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa, diharapkanakan terjadi peningkatan kualitas hidup dan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Selain itu, dengan mendorong praktik ekonomi berkelanjutan, program ini juga dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam di wilayah pedesaan.

Namun, untuk mencapai tujuan yang diinginkan, program ini membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Selain dari pemerintah dan lembaga keuangan, partisipasi masyarakat desa dan sektorswastalokal juga sangat penting. Masyarakat desa perlu terlibat secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program ini, sementara sektor swasta dapat memberikan dukungan dalam bentuk investasi dan kemitraan bisnis.

Selain itu, penting bagi pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif bagi pengembangan Bumdes. Kebijakan yang mendukung, seperti insentif pajak dan fasilitas infrastruktur, dapat membantu mempercepat pertumbuhan Bumdes dan ekonomi lokal secara keseluruhan. Selain itu, pendampingan teknis dan pendidikan kepada Bumdes juga perlu ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan usaha mereka dalam jangka panjang.

Salah satu aspek kunci dalam menjaga keberhasilan program ini adalah pengembangan keterampilan dan pengetahuan anggotaBumdes. Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para anggota Bumdes dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola usaha dan menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks. Selain itu, penting juga untuk terus memantau dan mengevaluasi kinerja Bumdes secara berkala guna mengetahui dampak nyata dari program ini.

Seiring berjalannya waktu, diharapkan program ini dapat menjadi model yang dapat diadopsi dan disesuaikan oleh daerah lain di seluruh Indonesia. Dengan melihat kesuksesan dan tantangan yang dihadapi oleh program ini, pemerintah daerah lain dapat belajar dari pengalaman Desa Nglanggeran dalam mengembangkan Bumdes dan memperkuat ekonomi lokal. Dengan demikian, program ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Dalam konteks globalisasi dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, langkah-langkah inovatif seperti program ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan memperkuat ekonomi di tingkat pedesaan, diharapkan Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dan berdaya saing di kancah global. Oleh karena itu, penting untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang berorientasi pada pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.

Berita Terkait

In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia
Indonesia Tempati Peringkat Teratas Judi Online, Ini Tanggapan Dosen Fisip Unair
Masa Depan Demokrasi Indonesia Pasca Putusan MK
Ahli Bioteknologi Unair Bahas Nutrisi dan Risiko dalam Konsumsi Ikan Teri
Acara Tahlilan: Matinya Demokrasi dan Keadilan Indonesia
Sosiolog UNAIR Soroti Tradisi Pertunangan Bocah Empat Tahun di Madura
Paradigma Transformasi: Pelayanan Kesehatan Berpusat pada Individu
Misi Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:47 WIB

In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:44 WIB

Memperkuat Perekonomian Desa Melalui Bumdes dan Keterlibatan Perguruan Tinggi

Selasa, 30 April 2024 - 17:34 WIB

Indonesia Tempati Peringkat Teratas Judi Online, Ini Tanggapan Dosen Fisip Unair

Senin, 29 April 2024 - 16:56 WIB

Masa Depan Demokrasi Indonesia Pasca Putusan MK

Kamis, 25 April 2024 - 11:29 WIB

Ahli Bioteknologi Unair Bahas Nutrisi dan Risiko dalam Konsumsi Ikan Teri

Kamis, 25 April 2024 - 07:18 WIB

Acara Tahlilan: Matinya Demokrasi dan Keadilan Indonesia

Rabu, 24 April 2024 - 11:23 WIB

Sosiolog UNAIR Soroti Tradisi Pertunangan Bocah Empat Tahun di Madura

Sabtu, 20 April 2024 - 21:50 WIB

Paradigma Transformasi: Pelayanan Kesehatan Berpusat pada Individu

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

KANAL NASIONAL

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB