KPK Tetapkan Gubernur Non Aktif Malut Abdul Gani sebagai Tersangka TPPU Rp100 Miliar

- Editor

Minggu, 12 Mei 2024 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: KOMISI Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Gubernur nonaktif Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang(TPPU) senilai Rp100 miliar.

“Harapannya kalau dugaan penerimaan lebih dari Rp100 miliar, setidaknya angka itu yang terus kami dalami agar bisa kembali ke negara,” ucap juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Minggu (12/5/2024).

Ali Fikri menambahkan penetapan sebagai tersangka tersebut setelah penyidik KPK memiliki bukti adanya pembelian aset yang disamarkan.

“Kemarin sudah disita bangunan dan lain-lain (yang diduga berkaitan dengan kasus),” imbuh Ali.

Untuk itu, Lembaga Antirasuah bakal terus menelusuri aset Abdul Gani.

“Bukti awal dugaan TPPU tersebut yaitu adanya pembelian dan menyamarkan asal usul kepemilikan aset-aset bernilai ekonomis dengan mengatasnamakan orang lain dengan nilai awal diduga sekitar lebih dari Rp100 miliar,” terang Ali Fikri.

Baca Juga :  Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Pun demikian Ali masih enggan memerinci lebih lanjut aset yang diyakini disamarkan oleh AbdulGani Kasuba. Tapi menurutnya, kasus ini dipastikan digelar atas kecukupan alat bukti.

Saat ini, lembaga atirasuah telah melakukan penyitaan atas sejumlah aset milik Abdul Gani.

Selain itu, sejumlah saksipun juga sudah memberikan keterangan kepada penyidik KPK terkait kasus pencucian uang ini.(Tim)

Berita Terkait

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru
Dikunjungi Jajaran Dynamic Design Korea Selatan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Dukung Pembangunan Pabrik Cetakan Ban di Cirebon
Penyidik KPK Sita Mobil Pajero yang Diduga Disembunyikan Kerabat SYL di Tanah Kosong di Makasar
Presiden Jokowi Tekankan Peran Penting BPKP Kawal Kesinambungan Pembangunan
Panggil Azis Syamsudin, KPK Konfirmasi Terkait Penerimaan Fasilitas dari Petugas Rutan
Catatan HUT ke-51 HNSI: Budaya Makan Ikan Belum Maksimal, Padahal Hasil laut Melimpah
Mantan Kabareskrim Polri Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi Terkait Kasus Vina
Home Industry Pil Psikotropika di Surabaya Digerebek Ditresnarkoba Polda Jatim, Amankan 6,7 Juta Butir dan 9Kg Sabu

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:58 WIB

Dikunjungi Jajaran Dynamic Design Korea Selatan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Dukung Pembangunan Pabrik Cetakan Ban di Cirebon

Kamis, 23 Mei 2024 - 08:23 WIB

Penyidik KPK Sita Mobil Pajero yang Diduga Disembunyikan Kerabat SYL di Tanah Kosong di Makasar

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:03 WIB

Presiden Jokowi Tekankan Peran Penting BPKP Kawal Kesinambungan Pembangunan

Rabu, 22 Mei 2024 - 15:14 WIB

Panggil Azis Syamsudin, KPK Konfirmasi Terkait Penerimaan Fasilitas dari Petugas Rutan

Rabu, 22 Mei 2024 - 07:48 WIB

Catatan HUT ke-51 HNSI: Budaya Makan Ikan Belum Maksimal, Padahal Hasil laut Melimpah

Selasa, 21 Mei 2024 - 23:13 WIB

Mantan Kabareskrim Polri Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi Terkait Kasus Vina

Senin, 20 Mei 2024 - 16:31 WIB

Home Industry Pil Psikotropika di Surabaya Digerebek Ditresnarkoba Polda Jatim, Amankan 6,7 Juta Butir dan 9Kg Sabu

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

KANAL NASIONAL

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB