Pelemparan Batu di Kereta Api Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun

- Editor

Selasa, 14 Mei 2024 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, KANALINDONESIA.COM : PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengingatkan masyarakat tentang bahayanya melempar batu ke rangkaian kereta api yang sedang melintas atau berjalan karena dapat melukai penumpang dan petugas kereta api yang ada di dalamnya.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan, bahwa masih terjadi tindakan pelemparan batu ke kereta api yang sedang berjalan.

“Kasus terakhir terjadi di petak jalan Stasiun Pemalang – Stasiun Surodadi Kabupaten Pemalang pada Minggu 12 Mei 2024 dimana KA Argo Muria dengan relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir Jakarta yang sedang melintas, pada rangkaian KA nya dilempari batu oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, kepada media, Senin (13/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya,Akibat kejadian tersebut pada jendela kereta makan KA Argo Muria pecah dan beruntungnya tidak ada korban yang terluka. Hal ini tentu sangat membahayakan bagi para penumpang dan para petugas yang sedang berdinas, selain dapat melukai juga dapat menggangu perjalanan kereta api.

“KAI sangat mengecam atas tindakan vandalisme berupa pelemparan terhadap kereta api karena dapat membahayakan perjalanan dan melukai penumpang maupun petugas KAI. Kami akan melakukan langkah hukum bagi siapa saja yang kedapatan melakukan pelemparan terhadap kereta api,” jelasnya.

Baca Juga :  Penyidik KPK Geledah Perkantoran PT Telkom, Ada Apa?

Dia menuturkan, Hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1 dimana tertulis bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Masih di pasal yang sama pada ayat 2, lanjutnya, dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Larangan pelemparan terhadap Kereta Api juga telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dimana pada Pasal 180 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian.

“KAI mengajak masyarakat untuk mengingatkan orang yang akan melakukan tindakan vandalisme berupa pelemparan terhadap KA agar tidak melakukannya, apapun alasannya, sebab meskipun hanya iseng semata, namun dampaknya akan sangat berbahaya bagi perjalanan kereta api dan orang-orang yang berada di dalam kereta api,” ujarnya.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Panjang Ambarawa, Ini Cirinya

Berbagai upaya telah dilakukan oleh KAI dengan memberikan edukasi dan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api baik secara langsung ke masyarakat juga mendatangi sekolah-sekolah yang berdekatan dengan jalur rel kereta api.

Dia menambahkan, Tercatat selama tahun 2023, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan sosialisasi sebanyak 125 kegiatan dan di tahun 2024 sampai dengan hari ini sebanyak 134 kegiatan. Selain itu, KAI juga telah memberikan CSR kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api yang bertujuan selain untuk membantu masyarakat yang membutuhkan juga sebagai upaya dalam mengamankan perjalanan kereta api.

“Dengan diberikannya bantuan ke masyarakat di sekitar jalur kereta api, KAI berharap warga dapat turut serta menjaga keamanan perjalanan kereta api dengan tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api maupun tidak melakukan tidakan vandalisme yang dapat membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta api,” pungkasnya.

Berita Terkait

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024
Akhiri Periode Khidmah, PCNU Kabupaten Sampang Gelar Konfercab Ke-X
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Panjang Ambarawa, Ini Cirinya
Memperingati Hardiknas, Dikpora Magetan Gelar Tari Masal 2024 Pelajar
KPU Ponorogo Umumkan Anggota PPS Terpilih, Besok Dilantik
Banjir DKI Jakarta Akibatkan 463 Jiwa Terdampak
Panwascam Bangkalan Bekerja Non Stop 25 Jam dan 8 Hari Dalam Seminggu
Baznas Kabupaten Selayar Terdepan Santuni Korban Kebakaran Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:43 WIB

Akhiri Periode Khidmah, PCNU Kabupaten Sampang Gelar Konfercab Ke-X

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:56 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Panjang Ambarawa, Ini Cirinya

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:57 WIB

KPU Ponorogo Umumkan Anggota PPS Terpilih, Besok Dilantik

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:08 WIB

Banjir DKI Jakarta Akibatkan 463 Jiwa Terdampak

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:48 WIB

Panwascam Bangkalan Bekerja Non Stop 25 Jam dan 8 Hari Dalam Seminggu

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:45 WIB

Baznas Kabupaten Selayar Terdepan Santuni Korban Kebakaran Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Mei 2024 - 14:55 WIB

Pj Bupati OKI Bersama Pj Ketua TP PKK OKI Jenguk Korban Kecelakaan Bus Studi Tour Asal SDN OKU Timur

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

KANAL NASIONAL

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB