Tidur di Atas Pasir, Tradisi Unik yang Sudah Turun Temurun di Kampung Pasir Madura

- Editor

Rabu, 5 Juni 2024 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, KANALINDONESIA.COM: Tidur beralaskan kasur sudah menjadi hal yang sangat normal di mata manusia. Berbeda dengan kebiasaan tidur dengan alas berupa pasir merupakan kebiasaan unik yang hanya dimiliki oleh masyarakat di Kampung Pasir, Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Kabupaten Madura.

Tradisi tidur di atas pasir ini ternyata sudah turun temurun dari sejak dulu kala. Tujuannya tak lain karena hanya pasirlah yang dapat membuat suhu terasa lebih sejuk ketika cuaca sedang terik. Tak hanya itu, pasir dapat menjadi ‘solusi paling ampuh’ menghangatkan saat suhu dingin di Kampung Pasir.

Baca Juga :  Inspirasi dan Harapan dalam Survei Akreditasi Kiona Skin Clinic

Para penduduk kampong ini mengambil pasir dari pantai di sekitar kampong. Karena wilayah Desa Legung terletak di sekitar kawasan pantai. Pasirnya yang putih dan lembut membuat masyarakat di sekitarnya untuk hidup beriringan dengan pasir. Sebelum menjadikan pasir sebagai tempat tidur, masyarakat juga memastikan kebersihan pasir dengan cara mengayaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Uniknya, masyarakat di Kampung Pasir sama sekali tak merasa lengket saat tubuhnya tidur di pasir, sekalipun keadaan tubuhnya berkeringat atau basah. Saat sore, malam atau pagi hari mereka berkumpul bersama dan ngobrol santai layaknya di tepi pantai.

Baca Juga :  Inspirasi dan Harapan dalam Survei Akreditasi Kiona Skin Clinic

Meskipun pasir hampir tiap hari selalu ditiduri, ada kemungkinan pasir akan basah maupun terkena ompol anak-anak. Namun, kasur pasir ini tak sampai berbau karena hampir setiap hari pula rajin dibersihkan dan dijemur. Selain itu, mereka juga rajin mengganti pasir yang lama dengan yang baru atau minimal sebulan sekali ganti pasir baru.

Luk-A.

Berita Terkait

Inspirasi dan Harapan dalam Survei Akreditasi Kiona Skin Clinic
Raih Juara 2 Kapolri Cup Menembak, Berikut Profil Bripda Mirabel Anggota Polres Gresik
Psikiatri Matra Laut : Kesehatan Jiwa di Tengah Gelombang samudera kehidupan
1.300 Jamaah Haji Pamekasan Resmi di lepas, PJ Bupati Masrukin: Jaga Nama Baik Pamekasan
Mengenal Wisnu HP, Sosok Ketua Dewan Kesenian Ponorogo yang Mendunia
Tantangan dan Peluang Pelaksanaan Pasca Akreditasi Fasilitas Kesehatan, Strategi Inovasi Layanan Kesehatan
Kisah Kakek Tukang Tambal Naik Haji Bersama Istri
Seduh Emosi: Mengapa Kopi Lebih dari Sekadar Minuman

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:08 WIB

Inspirasi dan Harapan dalam Survei Akreditasi Kiona Skin Clinic

Senin, 10 Juni 2024 - 11:18 WIB

Raih Juara 2 Kapolri Cup Menembak, Berikut Profil Bripda Mirabel Anggota Polres Gresik

Kamis, 6 Juni 2024 - 12:38 WIB

Psikiatri Matra Laut : Kesehatan Jiwa di Tengah Gelombang samudera kehidupan

Rabu, 5 Juni 2024 - 11:50 WIB

Tidur di Atas Pasir, Tradisi Unik yang Sudah Turun Temurun di Kampung Pasir Madura

Senin, 3 Juni 2024 - 14:55 WIB

1.300 Jamaah Haji Pamekasan Resmi di lepas, PJ Bupati Masrukin: Jaga Nama Baik Pamekasan

Minggu, 2 Juni 2024 - 14:45 WIB

Mengenal Wisnu HP, Sosok Ketua Dewan Kesenian Ponorogo yang Mendunia

Rabu, 29 Mei 2024 - 17:06 WIB

Tantangan dan Peluang Pelaksanaan Pasca Akreditasi Fasilitas Kesehatan, Strategi Inovasi Layanan Kesehatan

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:58 WIB

Kisah Kakek Tukang Tambal Naik Haji Bersama Istri

KANAL TERKINI

KANAL MILITER

PKB Berakhir di Seskoal

Sabtu, 15 Jun 2024 - 16:19 WIB

KANAL MILITER

Kasau Beri Arahan Kepada Seluruh Prajurit TNI AU Wilayah Makassar

Sabtu, 15 Jun 2024 - 13:26 WIB

KANAL HUKUM

Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Sabtu, 15 Jun 2024 - 13:20 WIB

KANAL PEMILU

Pengamat Unair : Faida Peluang Menang Pilkada Jember 2024

Sabtu, 15 Jun 2024 - 09:27 WIB