Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL KEUANGAN

Sektor Jasa Keuangan di Wilayah Kerja Kantor OJK Kediri Terjaga dan Stabil

Nilai outstanding piutang Perusahaan Modal Ventura posisi April 2024 mencapai Rp279,41 miliar atau mengalami penurunan sebesar 21,76 persen (yoy), disebabkan adanya ketidakpastian kondisi ekonomi sehingga investor lebih selektif dalam menyalurkan pendanaan. Penurunan piutang Perusahaan Modal Ventura diiringi dengan peningkatan pembiayaan bermasalah berdampak terhadap peningkatan rasio Non Performing Financing (NPF) gross dari sebelumnya sebesar 10,54 persen pada April 2023, menjadi sebesar 16,71 persen.

Pada sektor asuransi, pendapatan premi sektor asuransi jiwa di wilayah kerja OJK Kediri selama Maret 2024 sebesar Rp223,78 miliar atau mengalami penurunan sebesar 6,93 persen (yoy). Pada periode yang sama, pendapatan premi untuk asuransi umum mencapai Rp80,89 miliar atau menurun 9,74 persen (yoy).

Total aset Lembaga Keuangan Mikro di wilayah kerja OJK Kediri mengalami peningkatan pada posisi Desember 2023 sebesar 0,68 persen (yoy) atau mencapai Rp119,28 miliar. Namun disisi lain, pembiayaan LKM tercatat mengalami sedikit penurunan sebesar 1,97 persen (yoy) menjadi sebesar Rp77,34 miliar yang disebabkan adanya percepatan pembayaran angsuran pinjaman. Sampai dengan Juni 2024, terdapat 12 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di wilayah Kantor OJK Kediri, yang terdiri dari 8 LKM Konvensional dan 4 LKM Syariah (Bank Wakaf Mikro).

Layanan Konsumen Sektor Jasa Keuangan oleh OJK Kediri

Sebagai upaya pelindungan konsumen, OJK Kediri menyediakan layanan Konsumen berupa pemberian maupun penerimaan informasi, konsultasi, maupun pengaduan masyarakat terkait sektor jasa keuangan. Sampai dengan Juni 2024, OJK Kediri telah menerima permintaan layanan konsumen sebanyak 648 layanan yang meliputi 348 surat pengaduan, 255 permintaan konsultasi dan informasi melalui walk in, serta 45 melalui telepon.

Tiga besar topik pengaduan yang disampaikan antara lain perihal restrukturisasi/relaksasi kredit/pembiayaan (169 pengaduan), data SLIK (117 pengaduan), dan Fraud Eksternal (Penipuan, Pembobolan Rekening, Skimming, Cyber Crime) (54 pengaduan). Berdasarkan klasifikasi industri, sebagian besar pengaduan yang diterima berasal dari konsumen sektor Perbankan (60,49 persen) dan sektor perusahaan pembiayaan (21,14 persen).

Sampai dengan Juni 2024, OJK Kediri telah menerima dan menyelesaikan permintaan SLIK sebanyak 4.467 layanan, adapun rinciannya sebagai berikut:

Sementara itu untuk mendukung peningkatan literasi keuangan di wilayah kerja OJK Kediri, pada bulan Juni 2024 telah dilaksanakan beberapa kegiatan terkait dengan upaya peningkatan literasi dan inklusi Keuangan yang melibatkan TPAKD dan stakeholder, antara lain:

  1. Edukasi pada acara Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke-3 Forum Nasional Mahasiswa   Manajemen Keuangan Syariah (FORNAS MAKESYA) di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
  2. Literasi dan Percepatan Akses Keuangan Untuk Peserta Pelatihan Kewirausahaan (Kediri Pehneur).
  3. Sosialisasi POJK 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan untuk Lembaga Jasa Keuangan di Wilayah Kerja Kantor OJK Kediri.
  4. Edukasi Keuangan Tahap I Implementasi Desa EKI Desa Krenceng Kec. Nglegok Kab Blitar.
  5. Edukasi Keuangan Kepada Nelayan Kab. Tulungagung.
  6. Karya Kreatif Mataraman 2024 “Anti FOMO: Kreatif Berinvestasi di Era Digital”
Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita